Tampilkan postingan dengan label seafood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seafood. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

True ice cream

Ice cream recipes first appear in 18th century England and America. A recipe for ice cream was published in Mrs. Mary Eales's Receipts in London 1718.

To ice CREAM. Take Tin Ice-Pots, fill them with any Sort of Cream you like, either plain or sweeten'd, or Fruit in it; shut your Pots very close; to six Pots you must allow eighteen or twenty Pound of Ice, breaking the Ice very small; there will be some great Pieces, which lay at the Bottom and Top: You must have a Pail, and lay some Straw at the Bottom; then lay in your Ice, and put in amongst it a Pound of Bay-Salt; set in your Pots of Cream, and lay Ice and Salt between every Pot, that they may not touch; but the Ice must lie round them on every Side; lay a good deal of Ice on the Top, cover the Pail with Straw, set it in a Cellar where no Sun or Light comes, it will be froze in four Hours, but it may stand longer; than take it out just as you use it; hold it in your Hand and it will slip out. When you wou'd freeze any Sort of Fruit, either Cherries, Rasberries, Currants, or Strawberries, fill your Tin-Pots with the Fruit, but as hollow as you can; put to them Lemmonade, made with Spring-Water and Lemmon-Juice sweeten'd; put enough in the Pots to make the Fruit hang together, and put them in Ice as you do Cream.

The earliest reference to ice cream given by the Oxford English Dictionary is from 1744, reprinted in a magazine in 1877. 1744 in Pennsylvania Mag. Hist. & Biogr. (1877) I. 126 Among the rarities..was some fine ice cream, which, with the strawberries and milk, eat most deliciously.

The 1751 edition of The Art of Cookery made Plain and Easy by Hannah Glasse features a recipe for ice cream. OED gives her recipe: H. GLASSE Art of Cookery (ed. 4) 333 (heading) To make Ice Cream..set it [sc. the cream] into the larger Bason. Fill it with Ice, and a Handful of Salt.

1768 saw the publication of L'Art de Bien Faire les Glaces d'Office by M. Emy, a cookbook devoted entirely to recipes for flavoured ices and ice cream.

Ice cream was introduced to the United States by Quaker colonists who brought their ice cream recipes with them. Confectioners sold ice cream at their shops in New York and other cities during the colonial era. Ben Franklin, George Washington, and Thomas Jefferson were known to have regularly eaten and served ice cream. First Lady Dolley Madison is also closely associated with the early history of ice cream in the United States. One respected history of ice cream states that, as the wife of U.S. President James Madison, she served ice cream at her husband's Inaugural Ball in 1813.

Around 1832, Augustus Jackson, an African American confectioner, not only created multiple ice cream recipes, but he also invented a superior technique to manufacture ice cream.

In 1843, Nancy Johnson of Philadelphia was issued the first U.S. patent for a small-scale handcranked ice cream freezer. The invention of the ice cream soda gave Americans a new treat, adding to ice cream's popularity. This cold treat was probably invented by Robert Green in 1874, although there is no conclusive evidence to prove his claim.

Ice cream sundaes with fruit, nuts, and a wafer

The ice cream sundae originated in the late 19th century. Several men claimed to have created the first sundae, but there is no conclusive evidence to back up any of their stories. Some sources say that the sundae was invented to circumvent blue laws, which forbade serving sodas on Sunday. Towns claiming to be the birthplace of the sundae include Buffalo, New York; Two Rivers, Wisconsin; Ithaca, New York; and Evanston, Illinois. Both the ice cream cone and banana split became popular in the early 20th century. Several food vendors claimed to have invented the ice cream cone at the 1904 World's Fair in St. Louis, MO. However, Europeans were eating cones long before 1904.

In the UK, ice cream remained an expensive and rare treat, until large quantities of ice began to be imported from Norway and the US in the mid Victorian era. A Swiss-Italian businessman, Carlo Gatti, opened the first ice cream stall outside Charing Cross station in 1851, selling scoops of ice cream in shells for one penny.

Source: www.wikipedia.com


See also: sate, seafood


Selasa, 10 Agustus 2010

Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi bagaimana kita menahan seluruh hawa nafsu kita dan mengendalikannya mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari

Perintah puasa difirmankan Alloh swt pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183
"Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun"
Artinya:
“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa."

Puasa adalah menahan. secaara artian adalah menahan keinginan hawa nafsu(atau jasad/diri).namun justru malah menjalankan keinginan keinginan Allah lah yang terkandung di dalam AlQuran. sehingga lebih optimal lagi dalam menjalankan ibadah yang Allah inginkan.

perintah puasa lebih menekankan kedalam aktifitas sendi kehidupan. dimana mampunya kita untuk menahan hawa nafsu kita (bahkan hingga makan dan minum pun kita tahan) kemudian menjalankan keinginan Allah sepenuhnya. sehingga meraih Taqwa

perintah pusa jatuh pada madinah. dimana dikondisi ummat islam saat itu baru saja hijrah dari mekkah setelah di tekan dari berbagai sisi kehidupan.. namun di sinilah terlihat sifat kesabaran(tidak lemah, tidak lesu, pantang mundur) dari semangat ummat islam untuk bangkit menyebarkan ayat-ayat Allah.ke seluruh wilayah

Adapun Syarat dimana Orang itu wajib Berpuasa adalah:
1. Beragama Islam
2. Berakal sehat
3. Baligh (sudah cukup umur)
4. Mampu melaksanakannya
5. Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar)

dan ketika saatnya berbuka tidaklah penting dimana dia berbuka dengan apapun yang penting adalah berbukalah dengan yang yang manis karena itu yang dianjurkan.


Lihat Juga:
Sate
Seafood
Steak

Rabu, 28 Juli 2010

Makanan Mereka

Beruntunglah kita masih bisa tertawa lebar. Tak terlalu memikirkan makanan yang akan disantap hari ini atau esok hari. Terkadang dengan mudahnya kita buang-buang makanan yang sudah menjadi hak kita ke tempat sampah. Sementara, berdasarkan penelitian di daerah Muara Gembong dan Pebayuran, Kabupaten Bekasi kita bisa melihat seorang ibu yang tua renta bersusah payah demi menikmati makan siang. Ibu ini memiliki seorang anak yang telah menikah dan memberikannya cucu. Harapan dengan adanya keluarga baru ini bisa memperbaiki taraf hidup mereka ternyata tak terbukti. Mereka malah semakin melarat karena anak dan menantunya hanyalah nelayan kecil dan buruh tani lepasan yang tak jua bisa sebut pendapatan mereka cukup, apalagi berlebih. Sehingga, ibu tua renta ini mencoba membantu diri dan keluarganya dengan menangkap ikan-ikan kecil di sungai. Seringkali ikan-ikan yang tertangkap jaring-jaring ini hanyalah ikan-ikan kecil yang tak sebesar ikan gurame atau ikan mas yang biasa kita santap. Ikan-ikan yang beliau peroleh hanyalah ikan-ikan kecil sebesar ibu jari. Padahal berat juga mengangkat jaring itu di pinggir sungai dengan resiko terpeleset. Bukan hanya itu, mereka memasak kembali menggunakan kayu bakar karena tabung gas yang dibagikan pemerintah begitu menakutkan serta mengancam jiwa.

Bersyukurlah kita, dengan segala fasilitas yang kita miliki di rumah, dengan banyaknya restoran yang bisa kita kunjungi setiap saat. Tanpa perlu mengeluarkan keringat layaknya ibu tua renta yang tak pantas lagi bekerja. (Ratih)

See also: seafood


Kamis, 22 Juli 2010

This Is Our Seafood

Seafood refers to any sea animal or plant that is served as food and eaten by humans. Seafoods include seawater animals, such as fish and shellfish (including molluscs and crustaceans). By extension, in North America although not generally in the United Kingdom, the term seafood is also applied to similar animals from fresh water and all edible aquatic animals are collectively referred to as seafood.

Edible seaweeds are also seafood, and are widely eaten around the world, especially in Asia. See the category of sea vegetables.

The harvesting of wild seafood is known as fishing and the cultivation and farming of seafood is known as aquaculture, mariculture, or in the case of fish, fish farming. Seafood is often distinguished from meat, although it is still animal and is excluded in a vegetarian diet. Seafood is an important source of protein in many diets around the world, especially in coastal areas.

See also: loewy, table 8

Source: www.wikipedia.com

Jumat, 16 Juli 2010

Nasi Goreng Indonesia

Alih Bahasa: Ratih

Nasi goreng merupakan makanan khas Indonesia dan Malaysia. Nasi goreng merupakan nasi dengan campuran bumbu, cabai, dan udang. Nasi goreng merupakan makanan nasional Indonesia yang tak mengenal batas sosial ekonomi. Makanan ini bisa ditemukan di warung nasi kecil hingga restoran mewah di hotel-hotel.

Bahan utama nasi goreng ialah nasi, kecap, bawang merah dan bawang putih dilengkapi dengan penyedap rasa. Nasi goreng dapat dinikmati kapan saja, bagi orang Indonesia, Malaysia dan Singapura nasi goreng dimakan sebagai sarapan. Nasi yang digunakan sebagai bahan utama biasanya adalah nasi yang tidak habis dimakan malam harinya sehingga nasi goreng tidak terlalu lembek.

Di restoran-restoran, nasi goreng disajikan dengan telur, ayam goreng, sate, sayuran dan kerupuk. Sedangkan di warung nasi kecil, nasi goreng istimewa pakai telur.

Source: www.wikipedia.com


Lihat juga: seafood, Table 8, Loewy



Rabu, 14 Juli 2010

Nasi Goreng

Nasi goreng, literally meaning "fried rice" in Indonesian and Malay, can refer simply to fried pre-cooked rice, a meal including fried rice accompanied with other items, or a more complicated fried rice, typically spiced with tamarind and chilli and including other ingredients, particularly egg and prawns.

Nasi goreng is considered as national dish of Indonesia. There are many Indonesian cuisines but few national dishes. Nasi goreng is the best of them. Indonesia's national dish knows no social barriers. It can be enjoyed in its simplest manifestation from a tin plate at a roadside warung, or food stall; eaten on porcelain in fancy restaurants, or constructed at the ubiquitous buffet tables of Jakarta dinner parties.

From leftover rice to nasi goreng

The main ingredients for the plain nasi goreng include pre-cooked rice, soy sauce, garlic, shallot and some spring onions for garnishing. Nasi goreng can be eaten at any time of day, and many Indonesians, Malaysians and Singaporeans eat nasi goreng for breakfast, often using leftovers from the previous day's dinner. The rice used to make nasi goreng is cooked ahead of time and left to cool down (so it is not soggy), which is one reason to use rice cooked from the day before.

‘Special’ nasi goreng – as meal component

In restaurants, the dish is often served as a main meal accompanied by additional items such as a fried egg, fried chicken, satay, vegetables, and kerupuk (meaning crackers, also called "prawn crackers" and many other names). In many warungs (street stalls), when accompanied by a fried egg, it is sometimes called nasi goreng istimewa (special fried rice).

Source: www.wikipedia.com


See also: seafood



Senin, 12 Juli 2010

The International Food Policy Research Institute (IFPRI)

The International Food Policy Research Institute (IFPRI) is an international agricultural research center founded in the early 1970s to improve the understanding of national agricultural and food policies to promote the adoption of innovations in agricultural technology. Additionally, IFPRI was meant to shed more light on the role of agricultural and rural development in the broader development pathway of a country.According to its website, the IFPRI "seeks sustainable solutions for ending hunger and poverty."

The IFPRI is part of a network of international research institutes funded in part by the Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR), which in turn is funded by governments, private businesses and foundations, and the World Bank.

Scope

IFPRI carries out food policy research and disseminates it through hundreds of publications, bulletins, conferences, and other initiatives. IFPRI was organized as a District of Columbia non-profit, non-stock corporation on March 5, 1975 and its first research bulletin was produced in February 1976. IFPRI has offices in several developing countries, including China, Ethiopia, and India, and has research staff working in many more countries around the world.

Research Areas

IFPRI’s institutional strategy rests on three pillars: research, capacity strengthening, and policy communication.

Research topics have included low crop and animal productivity, and environmental degradation, water management, fragile lands, property rights, collective action, sustainable intensification of agricultural production, the impact of climate change on poor farmers, the problems and opportunities of biotechnology,food security, micronutrient malnutrition, microfinance programs, urban food security, gender and development, and resource allocation within households.

IFPRI also analyzes agricultural market reforms, trade policy, World Trade Organization negotiations in the context of agriculture, institutional effectiveness, crop and income diversification, postharvest activity, and agroindustry.

The institute is involved in measuring the Millennium Development Goals project and supports governments in the formulation and implementation of development strategies.

Further work includes research on agricultural innovation systems and the role of capacity strengthening in agricultural development.

Products and Publications

IFPRI targets its policy and research products to many audiences, including developing-country policymakers, nongovernmental organizations (NGOs), and civil-society organizations, "opinion leaders", donors, advisers, and media.

Publications by IFPRI include books, research reports, but also newsletters, briefs, and fact sheets. It is also involved in the collection of primary data and the compilation and processing of secondary data.

In 1993 IFPRI introduced the 2020 Vision Initiative, which aims at coordinating and supporting a debate among national governments, nongovernmental organizations, the private sector, international development institutions, and other elements of civil society to reach food security for all by 2020.

As of 2006 IFPRI produces the (GHI) yearly measuring the progress and failure of individual countries and regions in the fight against hunger. The GHI is a collaboration of IFPRI, the Welthungerhilfe, and Concern Worldwide.

IFPRI has produced the related Hunger Index for the States of India (ISHI) (2008) and the Sub-National Hunger Index for Ethiopia (2009).

Organizational structure

IFPRI is made up of the Office of the Director General, a Communications Division and the Finance and Administration Division, and 5 research divisions:

  • Development Strategy and Governance

  • Environment and Production Technology

  • Poverty, Health, and Nutrition

  • Knowledge, Capacity, and Innovation

  • Markets, Trade, and Institutions

IFPRI hosts several research networks:

  • The (ASTI)

  • The CGIAR Systemwide Program on Collective Action and Property Rights (CAPRi)

  • Harvest Plus

  • HarvestChoice

Impact

The evaluation of policy-oriented research poses a lot of challenges including the difficulty to quantify the impact of knowledge and ideas in terms of reduced poverty and or increased income or the attribution of a change in these numbers to a specific study or research project.

Despite these challenges, studies find that IFPRI research had spill-over effects for specific country-level research, but also in setting the global policy agenda, for example in the areas biodiversity (influencing the International Treaty on Plant Genetic Resources) and trade (with respect to the Doha Development Round of trade negotiations).

Another example of IFPRI's impact on policy formulation was the 2007–2008 world food price crisis. IFPRI was able to quickly pull together relevant research and its resulting recommendation where included in the United Nations’ Comprehensive Framework for Action on food security.

Criticism

CGIAR and its agencies, including the IFPRI have been criticized for their connections to Western governments and multinational agribusiness, although its research publications have also been cited by critics of agribusiness and Genetically Modified Organisms in agriculture. IFPRI describes itself as "neither an advocate nor an opponent of genetically modified crops."

Source: www.wikipedia.com

See Also: seafood, dim sum, wine




Kamis, 17 Juni 2010

Pasta

Pasta adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia, dibuat dari campuran tepung terigu, air, telur, dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. Pasta dijadikan berbagai hidangan setelah dimasak dengan cara direbus. Di Indonesia, jenis pasta yang populer misalnya spageti, makaroni dan lasagna.

Dalam bahasa Inggris, pasta adalah sebutan untuk berbagai jenis masakan dengan bahan utama salah satu jenis pasta yang diberi bumbu dan saus. Pasta berasal dari bahasa Italia "pasta alimentare" yang berarti adonan bahan makanan. Dalam arti luas, "pasta" bisa berarti semua adonan seperti adonan roti, pastry, atau cake. Dalam bahasa Italia, pasta yang berarti bahan makanan seperti mi disebut pastasciutta.

Pasta dibuat dari tepung terigu semolina yang merupakan hasil gilingan biji gandum durum dicampur telur sehingga sedikit berwarna kuning cerah, dan bila dimasak dengan benar akan menghasilkan tekstur sedikit kenyal. Pasta buatan Amerika sering dibuat dari campuran tepung terigu Farina dan Semolina, sehingga mempunyai tekstur yang lebih lembut untuk dijadikan hidangan seperti kaserol.

Di luar negara asalnya di Italia, pasta biasanya dijual di dalam kemasan dalam bentuk kering. Pasta kering dibuat di pabrik dengan menggunakan mesin ekstrusi yang mendorong keluar adonan pasta melalui lubang-lubang saringan. Bentuk-bentuk pasta yang lain diperoleh dengan menggiling adonan pasta menjadi lembaran yang kemudian dipotong-potong atau dicetak.

Pasta segar buatan rumah tangga dan restoran dibentuk dengan tangan beberapa saat sebelum pasta direbus. Pasta segar memerlukan waktu masak yang singkat, namun pasta segar tidak tahan lama disimpan karena memiliki kadar air yang tinggi. Pasta kering bisa tahan lama disimpan hingga 3 tahun atau lebih karena hanya memiliki kandungan air sebanyak 10%. Pasta yang sudah dimasak dan tinggal dipanaskan dengan oven microwave juga sering dijumpai di bagian makanan beku pasar swalayan.
sumber: wikipedia
lihat juga: sate, sushi, seafood

Rabu, 16 Juni 2010

Sukiyaki

Sukiyaki (すき焼き, スキヤキ ?) adalah irisan tipis daging sapi, sayur-sayuran, dan tahu di dalam panci besi yang dimasak di atas meja makan dengan cara direbus. Sukiyaki dimakan dengan mencelup irisan daging ke dalam kocokan telur ayam.

Sayur-sayuran untuk Sukiyaki misalnya bawang bombay, daun bawang, sawi putih, shungiku (nama daun dari pohon keluarga seruni), jamur shiitake, dan jamur enoki. Sebagai pelengkap ditambahkan ito konnyaku atau shirataki yang berbentuk seperti soun berwarna bening atau sedikit abu-abu.

Sukiyaki memiliki dua versi, Sukiyaki versi daerah Kansai dan Sukiyaki versi daerah Kanto yang berbeda cara penyajian, jenis bumbu dan rasa.

Menurut Sukiyaki versi Kansai, Sukiyaki hanya dimasak dengan bumbu kecap asin dan gula pasir, sedangkan Sukiyaki versi Kanto dimasak menggunakan saus Warishita yang merupakan campuran dashi, kecap asin, gula pasir, dan mirin yang dimasak terlebih dulu.

Menurut cara Kansai, potongan lemak sapi dicairkan di dalam panci sebelum memasukkan irisan daging sapi. Bumbu berupa gula pasir dan kecap asin dituangkan sekaligus dalam jumlah banyak di atas daging yang sudah matang lalu diaduk-aduk dengan sayur-sayuran hingga matang. Menurut cara Kanto, bumbu warishita dididihkan dulu di dalam panci sebelum semua bahan dimasukkan.
sumber: wikipedia
lihat juga: cake, pizza, nasi goreng, ice cream

Soto

Soto, sroto, atau coto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi dan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya Soto Kediri soto Madura, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, soto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, coto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, soto kambing. Soto memiliki banyak kemiripan dengan sop.

Karena ada beberapa jenis soto di Indonesia, masing-masing mempunyai cara penyajian yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping melinjo, sambal, saus kacang, dan lain-lain. Dan juga pula dengan tambahan lainnya seperti sate telur pindang, sate kerang, jeruk limau, koya (campuran tumpukan kerupuk dengan bawang putih) dll. Seperti kita ketahui bahwa makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, sehingga soto biasanya dihidangkan dengan nasi sebagai menu utama. Namun, ada perbedaan dalam hal menu utama nasi tersebut. Kebanyakan soto dihidangkan secara terpisah dengan nasi, seperti Soto Betawi, Soto Padang, dan lain-lain. Namun, ada juga yang dihidangkan bersama dengan nasi atau soto campur nasi, misalnya Soto Kudus. Selain itu, ada juga soto yang dihidangkan dengan lontong atau nasi yang sudah dimasak dengan dibungkus daun pisang, misalnya Coto Makassar. Kemudian, ada juga yang memakai mie, dan bukan nasi sebagai menu pokoknya, misalnya Soto Mie Bogor
lihat juga: makanan, minuman, chinesefood, japanese food

Senin, 14 Juni 2010

Nonton Bareng Piala Dunia 2010

Piala dunia sudah mulai masing-masing orang punya jagoan dan biasanya membela jagoannya habis-habisan.
Nobar atau nonton bareng lebih seru dibanding nonton sendirian di rumah dimana kita bisa teriak-teriak mendukung kesebelasan jagoan kita berharap cemas ketika bola mulai mendekati gawang lawan bahkan ada yang tutup mata saat bola menyambangi gawang team kesayangannya.
Tak usah bingung mau nobar dimana sekarang sudah banyak tempat-tempat asik buat nobar karena banyak restaurant, restoran, cafe, menyediakan acara nonton bareng piala dunia. Dimana kita bisa juga sambil menyantap makanan dan minuman kesukaan sambil membela team kesayangan.
Karena seperti sepak bola makanan dan minuman juga masing-masing punya selera, ada yang suka japanese food, seperti sushi, ramen. ada pula yang suka chinese food seperti dim sum. Ada pula yang yang suka makanan khas western seperti pizza, pasta, steak, ice cream, cake, wine. Ada pula yang suka seafood dan tak ketinggalan makanan khas dari Indonesia seperti Nasi goreng, soto, sate, dll.
Jadi meriahkan pesta piala dunia dengan nonton bareng sambil menikmati makanan kesukaanmu itu lebih mengasikkan . Apalagi kalau pengalaman itu bisa di abadikan dan di ceritakan kembali di openrice kali aja dapet voucher makan gratis lumayan kan :)

Selasa, 08 Juni 2010

kue khas cina

sebelumnya: sate, sushi, seafood
Zongzi atau biasa disebut Ba Tzang adalah makanan tradisional Tiongkok yang terbuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun bambu. Zongzi biasa disajikan pada tradisi perayaan Duanwu atau Festival Perahu Naga yang jatuh pada bulan ke lima Imlek untuk memperingati wafatnya Qu Yuan, seorang penyair dari zaman kerajaan Chu.

Menurut legenda, Qu Yuan gagal memperingati kaisar dan para pejabat istana untuk menghentikan perang saudara yang sedang terjadi kala itu. Qu Yuan lalu membuat puisi yang berisikan kesedihan dan kekhawatirannya terhadap peperangan di tanah air mereka. Setelah puisi itu selesai, ia melompat ke sungai Miluo. Orang-orang mencoba menyelamatkannya dengan melempari bungkusan-bungkusan nasi dengan maksud memberi makan para ikan agar mereka tidak memangsa Qu Yuan. Nah, bungkusan-bungkusan nasi itulah yang kemudian dikenal dengan nama Zongzi atau Ba Tzang.

Pada awalnya, kegiatan membuat zongzi adalah kegiatan yang diikuti seluruh keluarga dengan resep yang diajarkan turun temurun. Bahkan seni membungkus zongzi dengan benar juga merupakan hal yang diajarkan turun temurun dalam keluarga, loh. Sayangnya sekarang hal tersebut sudah semakin jarang dilakukan.

sumber: majalah bravo