Tampilkan postingan dengan label les piano. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label les piano. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2010

Belajar Olah Vokal Secara Sederhana Sendiri

Banyak kan diantara teman2 yang ingin belajar / les vokal ato kepingin bisa nyanyi..? Nah, disini saya ada sedikit tips yang saya dapet dari orang2 yang berpengalaman dibidang vocal.


untuk memulai latihan vokal yang baik itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan;

1. Relax.

Seluruh badan mulai dari kepala sampai ujung kaki harus diberi latihan supaya santai.

Misal:

ambil napas pelan-pelan, lalu hembuskan. Diulang terus dengan teratur.

Bisa juga pada saat menghembuskan badan kamu bungkukkan badan (kayak posisi rukuk waktu sholat, tapi kepala nggak lihat ke depan, tapi ke bawah (bahkan agak ngeliat ke belakang lewat kolong kedua kaki), juntaikan tangan ke bawah. Digoyangkan biar relax. (posisi kedua telapak kaki lurus ke depan dengan jarak sejengkal di antara keduanya.Lalu perlahan-lahan naik, angkat badan kamu, tapi tumpu kekuatan lewat punggung. Jadi kamu akan ngerasa kalau tulang belakang kamu itu perlahan-lahan naik ke atas ngikutin badanmu yang ikut tegak. Selama proses itu kamu bernapas dengan teratur. (Kalau ada temanmu, dia bisa memijat punggung sembari badanmu naik menuju posisi tegak Itu sangat membantu proses relaksasi.

2. Latih bagian rahang dengan huruf-huruf vokal dan konsonan. Ingat, rahang harus relaks.

A I U E O

latihan diafraghma:

huruf K-Ch-K-ch-sssst-th. dengan tempo cepat.

ho-ho-ho...ha-ha-ha

Lalu latihan wilayah nasal (hidung):

"nya-nya-nya" dengan benar-benar menekankan suara cempreng dari hidung.

Lalu latihan bibir

nyanyikan tangga nada dengan bibir terkatup jadi bunyinya bakal

"brrrrr-brrrr-brrr-brrr"

nyanyikan tangga nada, arpeggio, secara staccato (patah) maupun legato.

Latihan lidah

"La-la-la. ra ra ra, tatata."

(biar ga bosen bisa sekalian latih semuanya pakai tangga nada, arpeggio.)

3. Setelah sudah relaks, kamu baru boleh nyanyi.

Ketika nyanyi, harus konsentrasi dengan target nada. Napas harus teratur dan kontrol power dengan baik.


Sumber

Piano Dan Organ Serupa Tapi Tak Sama

Memang kalau dilihat sepintas antara piano dengan electone atau keyboard tidak jauh berbeda. Keduanya mengandalkan tuts atau keyboard atau papan kunci nada yang sama. Hanya saja ada beberapa perbedaan mendasar yang bisa menentukan kemahiran atau skill pemainnya.

* Pertama, piano tidak akan berbunyi jika tidak dipukul dengan jari yang bertenaga. Itu sebabnya piano digolongkan sebagai alat musik pukul (perkusi). Bandingkan dengan keyboard yang dipencet sedikit saya sudah berbunyi. Artinya jemari tidak membutuhkan tenaga ekstra untuk membunyikannya. Keuntungannya adalah bahwa dengan belajar piano, akan membentuk otot-otot jari yang lebih kuat dan terlatih. Dengan kata lain, pemain piano akan lebih mudah membunyikan tuts piano ataupun keyboard dibandingkan pemain keyboard yang akan merasa bahwa tuts piano terlalu berat dimainkan dan membuat jemarinya pegal. Saat ini juga sudah banyak keyboard yang tutsnya berat dan mengadopsi tuts piano. Istilahnya keyboard dengan "hammer key". Analoginya seperti orang yang belajar mengetik sepuluh jari dengan mesik ketik biasa dan setelah mahir lemudian menggunakan keyboard komputer. Bukan sebaliknya.


* Kedua, pemain piano akan memiliki kemampuan scaling jemari tangan kiri sama baiknya dengan yang kanan. Karena tangan kiri pemain piano tidak hanya memainkan block chord (not yang membentuk akord dimainkan ditekan secara bersamaan), tapi juga arpeggio chord (not-not dalam akord dimainkan bergantian). Bukan hanya itu, tangan kiri pemain piano juga diharuskan bisa memainkan scale atau titi nada sama baiknya dengan tangan kanannya. Bandingkan dengan pemain keyboard yang jemari tangan kirinya hanya bisa memainkan block chord dan hanya mengandalkan tangan kanan untuk memainkan melodi. Sehingga untuk memainkan keyboard, seorang pemain piano akan lebih mudah melakukannya dibanding pemain keyboard yang disuruh main piano!


Saya kira, kedua alasan ini bisa dijadikan alasan pembenaran kenapa lebih menguntungkan les piano dibandingkan dengan belajar keyboard. Apalagi untuk anak usia muda yang jemari tangannya masih lentur dan masih mudah dibentuk.

Bagaimana,pilih les piano atau keyboard? Hmmm

Sumber

Kamis, 03 Desember 2009

Kiat Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Musik



Banyak orang tua yang mengirim anak-anaknya Kursus Musik, vokal, dan balet untuk memperluas wawasan musikal. Tapi bagaimana menumbuhkan kecintaan pada musik bagi anak-anak di bawah usia sekolah ?

Saluran TV untuk anak-anak preschool ternama di Inggris, Nick Jr, telah bergabung dengan lembaga pengembangan psikologi musik di Universitas Keele, Dr.Alexandra Lamont, untuk memberikan tips-tips bagi orang tua yang menginginkan anak-anak mereka dibawah usia lima tahun, memiliki minat musik (kursus musik) yang besar.

1. Berbagilah dengan anak selera musik kesukaan anda . Berbagi pengalaman musikal dan antusiasme dengan anak anda bisa dilakukan dengan cara memperdengarkan mereka musik kesukaan anda (kursus musik). Anda bisa sekaligus bercerita cerita soal musik kesukaan anda itu, dimana pertama kali anda mendengarnya, dan mengapa anda menyukainya.

Jangan langsung patah semangat bila anak anda tampak tak berminat. Coba terus ulangi musik (kursus musik) yang masih belum familiar itu beberapa kali, dan mereka akan menikmatinya nanti.

2. Gunakan musik dari aktivitas rutin mereka. Cermati rutinitas anak anda di luar rumah, misal di tempat penitipan anak, ketika bersama nenek kakeknya, dan libatkan mereka dalam aktivitas bersama (kursus musik).

Banyak anak yang memiliki pengalaman terbaik dengan musik saat mereka diasuh, mendengarkan jenis musik berbeda atau ikut menyanyikan lagu bersama. Bisa juga dengan menyanyikan lagu yang sama dalam perjalanan dengan mobil atau memutarkan musik serupa di rumah (kursus musik). Anak kecil menyukai sesuatu yang ***lang-ulang.

3. Cermati selera musik mereka. Perhatikan bila mereka menyampaikan opini mereka soal musik, lihat bagaimana mereka merespon nada-nada yang berbeda di dalam maupun di luar rumah, dan berbagilah situasi ini dengan mereka (kursus musik).

4. Cobalah memperdengarkan berbagai jenis musik yang berbeda, hingga anda menemukan musik apa yang paling menarik perhatian anak anda. Ini bisa berarti anak anda menghentikan kegiatan mereka ketika mendengar musik yang mereka suka, atau turut bernyanyi.

5. Beraktivitas fisik dengan musik. Menikmati musik berarti menjadi aktif. Putarkan beberapa permainan musik (kursus musik) yang melibatkan tepuk tangan, menari, bergoyang dan mengganti aksi anda ketika musik berganti mood atau kecepatan.

Intinya buatlah aktivitas pengenalan musik (kursus musik) ini menjadi sesuatu yang fun dan menyenangkan bagi anak anda.

kosmo.vivanews.com