Bagi mereka yang lebih memilih pilihan makanan terbaik dan beragam baik pilihan pada menu, untuk sebagian besar hotel Lombok masih menjamin ketika datang untuk mendapatkan makanan yang berkualitas. Jauh dari hotel terdapat banyak restaurant dan cafe di sekitar pulau di mana Anda dapat menikmati hidangan tradisional Indonesia, tanpa harus menguras kantong anda.
Oriental aksen dan Mediterania juga mudah ditemukan, di restoran di sepanjang pantai Senggigi tetapi di mana pulau benar-benar unggul dalam produksi makanan laut segar. tangkapan ikan di bakar dan daging disusun di atas BBQs di pantai, lezat dan menambah pengalaman baru, ini adalah makanlezat yang kucoba.
Menampilkan hidangan lokal yang disertai dengan musik hidup, Tropicana merupakan salah satu restoran pulau paling terkenal dan populer di Lombok. Terletak di Hotel Puri Mas, ongkos termasuk hidangan lezat seperti ikan Rijsttafel segar. tempat yang bersih dan mengadopsi interior Indonesia.
Selasa, 19 Oktober 2010
Senin, 18 Oktober 2010
Menikmati Masakan Jepang di Bali
Mengunjungi Bali biasanya orang tertarik dengan kuliner asli bali: babi guling, nasi jenggo, ayam betutu, bebek bengil, maupun nasi lawar bali. Namun bagi saya, makanan apapun asal enak yah dimangsa saja. Kalau biasanya saya suka ngubek ngubek Melawai buat nyari restauran jepun yang lezat, kali ini sahabat saya, camelia, mengajak saya ke restoran japanese food di bali: Take namanya.
KEBERSIHAN
Well, untuk restoran jepun di bali, lokasinya yang nyempil di Jl Jelantik, Kuta (dekat sushi tei sebenarnya) membuat restoran ini tidak banyak diketahui serta sering lolos dari review review restoran di bali (yang umumnya hanya meliput restoran di hotel). Kendatipun demikian, restoran ini cukup bersih menurut saya. Toiletnya pun bersih meski tidak kincling macam scussa atau kamogawa. Nilai 7
PELAYANAN
Pelayan-pelayan di sana sungguh patut diacungi jempol. Terutama bok tri yang tangkas membantuh dan ramah pada aruna. Mereka tidak marah meski aruna dan dede sering kali membuka sumpit. makanan datang dengan cepat dan mereka mampu menjawab pertanyaan kami tentang jenis jenis makanan jepun. Nilai 8.5
AMBIENCE
Well, cukup jepang untuk ukuran restoran jepang di bali (bandingkan dengan sushi tei yang lebih bernuansa modern dan jauh dari kesan jepun), take menyediakan empat meja tatami - saya rasa cita rasa ambience jepun bisa dirasa di sini. Si koki yang asli jepun sangat ramah karena mereka mendatangi kami ketika kami hendak beringsut, ngobrol ngobrol sebentar, tapi menurut saya keramahan seperti itu dari seorang chef sungguh jarang didapatkan di restoran pada umumnya. Nilai 9
MAKANAN
baru di restoran ini saya merasakan udang gola (sebenarnya ini adalah mantis shrimp) yang disajikan secara sashimi dan yaki. Di restoran ini, udang gola sashimi dinamakan Tarofushako (harganya 120 ribu). Lezat nian. kebetulan tarofushako yang disajikan sedang bertelur... wow.. nikmat tenan. telur udang sashimi.... Jika di kaihomaru kami (teman teman nonton horor kancut) tidak mendapatkan ootoro (derajat tertinggi dalam saji sajian toro), maka kami mendapatkannya di sini. ootoro di Take ini luar biasa segar dan krenyes khas sashimi kualitas premium (tak heran karena harganya 198 ribu). Makanan lain seperti salmon toro juga nikmat ga kira kira... makanan lain saya kira tidak terlalu istimewa: Niku Udon, Ikura sashimi, salad seaweed, edamame, gohan, apalagi chicken katsu. Sebagai penutup kue takoyaki terasa biasa, namun yang istimewa adalah es mochi, nama nya kurumi mochi, kombinasi kacang hijau blenderan dan mochi plus es cacah, wowo segar!
Nilai 9
Untuk makanan sebanyak itu (12 item) kami membayar 885,841 rupiah. Menurut saya dengan kualitas seperti itu: murah!
sumber: gharonk.multiply
Lihat Juga: Red mango
KEBERSIHAN
Well, untuk restoran jepun di bali, lokasinya yang nyempil di Jl Jelantik, Kuta (dekat sushi tei sebenarnya) membuat restoran ini tidak banyak diketahui serta sering lolos dari review review restoran di bali (yang umumnya hanya meliput restoran di hotel). Kendatipun demikian, restoran ini cukup bersih menurut saya. Toiletnya pun bersih meski tidak kincling macam scussa atau kamogawa. Nilai 7
PELAYANAN
Pelayan-pelayan di sana sungguh patut diacungi jempol. Terutama bok tri yang tangkas membantuh dan ramah pada aruna. Mereka tidak marah meski aruna dan dede sering kali membuka sumpit. makanan datang dengan cepat dan mereka mampu menjawab pertanyaan kami tentang jenis jenis makanan jepun. Nilai 8.5
AMBIENCE
Well, cukup jepang untuk ukuran restoran jepang di bali (bandingkan dengan sushi tei yang lebih bernuansa modern dan jauh dari kesan jepun), take menyediakan empat meja tatami - saya rasa cita rasa ambience jepun bisa dirasa di sini. Si koki yang asli jepun sangat ramah karena mereka mendatangi kami ketika kami hendak beringsut, ngobrol ngobrol sebentar, tapi menurut saya keramahan seperti itu dari seorang chef sungguh jarang didapatkan di restoran pada umumnya. Nilai 9
MAKANAN
baru di restoran ini saya merasakan udang gola (sebenarnya ini adalah mantis shrimp) yang disajikan secara sashimi dan yaki. Di restoran ini, udang gola sashimi dinamakan Tarofushako (harganya 120 ribu). Lezat nian. kebetulan tarofushako yang disajikan sedang bertelur... wow.. nikmat tenan. telur udang sashimi.... Jika di kaihomaru kami (teman teman nonton horor kancut) tidak mendapatkan ootoro (derajat tertinggi dalam saji sajian toro), maka kami mendapatkannya di sini. ootoro di Take ini luar biasa segar dan krenyes khas sashimi kualitas premium (tak heran karena harganya 198 ribu). Makanan lain seperti salmon toro juga nikmat ga kira kira... makanan lain saya kira tidak terlalu istimewa: Niku Udon, Ikura sashimi, salad seaweed, edamame, gohan, apalagi chicken katsu. Sebagai penutup kue takoyaki terasa biasa, namun yang istimewa adalah es mochi, nama nya kurumi mochi, kombinasi kacang hijau blenderan dan mochi plus es cacah, wowo segar!
Nilai 9
Untuk makanan sebanyak itu (12 item) kami membayar 885,841 rupiah. Menurut saya dengan kualitas seperti itu: murah!
sumber: gharonk.multiply
Lihat Juga: Red mango
Pembuatan Permen Kapas
SAAT kecil dulu, pernahkah datang ke pasar malam, sirkus, atau karnival yang digelar di kota? Kalau pernah, kamu pasti pernah membeli atau minimal melihat kehadiran permen unik ini. Yep, dialah gula-gula kapas atau arum manis. Gula-gula kapas atau yang disebut cotton candy dalam bahasa Inggris ini bukan hanya lezat namun membawa sebuah kegembiraan tertentu bagi orang yang mengkonsumsinya, khususnya anak-anak. Selain manis, berwarna unik, dan berbentuk menarik, permen kapas juga bisa kita dapatkan dengan harga cukup murah.
Bahan pembuat permen kapas yang murni gula memang banyak dituding akan membuat gigi kita berlubang dan akhirnya dulu digunakan untuk menakut-nakuti kita saat ingin memakan panganan yang terasa sangat manis ini. Ini bukan anggapan yang salah, akan tetapi sebenarnya jumlah gula dalam satu porsi permen kapas biasanya tidak cukup banyak untuk membuat gigi kita langsung berlubang. Kecuali, tentu saja, kita makan permen kapas beberapa kali sehari dan beberapa kali seminggu.
Benang-benang gula yang ada pada permen kapas juga tidak cukup kuat untuk meretakkan dan menghantam email gigi. Selain itu, lelehan gula yang ada di dalam mulut pun tidak akan bertahan lama dan akan langsung terbilas oleh air liur. Faktanya, gula yang dikandung dalam satu porsi permen kapas rata-rata berjumlah sekitar 100 kalori. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kalori yang kita dapat dari non-diet soft drink yang dalam satu porsinya mengandung sekitar 100 sampai 130 kalori.
Permen kapas yang mengembang dan terlihat lucu ini juga membawa suasana menyenangkan bagi orang yang memakannya. Proses pembuatan permen kapas juga sudah berlangsung selama lebih dari 100 tahun. Kita mungkin bisa menanyakan proses ini pada kakek dan nenek kita karena ternyata satu daerah punya mesin pembuat permen kapas yang berbeda dengan tempat lainnya. Bagi banyak orang, bau dan aroma permen kapas yang manis dan bernuansa karamel mungkin tidak akan terlupakan dan seringkali akan membawa sedikit nostalgia. Bagimana dengan kamu?
sumber: OpenRice.com
Lihat Juga:
chinese food
solaria
nasi goreng
J.co
Bahan pembuat permen kapas yang murni gula memang banyak dituding akan membuat gigi kita berlubang dan akhirnya dulu digunakan untuk menakut-nakuti kita saat ingin memakan panganan yang terasa sangat manis ini. Ini bukan anggapan yang salah, akan tetapi sebenarnya jumlah gula dalam satu porsi permen kapas biasanya tidak cukup banyak untuk membuat gigi kita langsung berlubang. Kecuali, tentu saja, kita makan permen kapas beberapa kali sehari dan beberapa kali seminggu.
Benang-benang gula yang ada pada permen kapas juga tidak cukup kuat untuk meretakkan dan menghantam email gigi. Selain itu, lelehan gula yang ada di dalam mulut pun tidak akan bertahan lama dan akan langsung terbilas oleh air liur. Faktanya, gula yang dikandung dalam satu porsi permen kapas rata-rata berjumlah sekitar 100 kalori. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kalori yang kita dapat dari non-diet soft drink yang dalam satu porsinya mengandung sekitar 100 sampai 130 kalori.
Permen kapas yang mengembang dan terlihat lucu ini juga membawa suasana menyenangkan bagi orang yang memakannya. Proses pembuatan permen kapas juga sudah berlangsung selama lebih dari 100 tahun. Kita mungkin bisa menanyakan proses ini pada kakek dan nenek kita karena ternyata satu daerah punya mesin pembuat permen kapas yang berbeda dengan tempat lainnya. Bagi banyak orang, bau dan aroma permen kapas yang manis dan bernuansa karamel mungkin tidak akan terlupakan dan seringkali akan membawa sedikit nostalgia. Bagimana dengan kamu?
sumber: OpenRice.com
Lihat Juga:
chinese food
solaria
nasi goreng
J.co
Label:
chinese food,
j.co,
nasi goreng,
solaria
Minggu, 17 Oktober 2010
Menjelajah kuliner Ho Chi Minh City
Ho Chi Minh City - Salah satu rules of thumb untuk mencari tempat makan halal bila sedang berada di negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam adalah terlebih dulu mencari masjid terbesar. Di Ho Chi Minh City (d/h Saigon), masjid itu ternyata letaknya persis di belakang hotel favorit saya, Caravelle.
Halal@Saigon, begitu nama restoran itu, dimiliki oleh seorang dokter keturunan India warga negara Malaysia. Dokter Shimi sebetulnya datang ke Saigon 18 tahun yang lalu untuk membuka usaha di bidang farmasi bersama suaminya. Tetapi, setelah usaha farmasinya berjalan baik, ternyata dia "ngelantur" ke bisnis restaurant pula.
"Kasihan orang Malaysia bila berwisata ke sini sulit menemukan makanan yang dijamin kehalalannya," kata Dokter Shimi. Sekarang, di ruas jalan pendek di sekitar masjid itu sudah bermunculan beberapa restoran halal lainnya.
Dokter Shimi sengaja mendatangkan beberapa tukang masak dan pramusaji dari Malaysia untuk mengawaki restorannya. Halal@Saigon memang menyajikan berbagai masakan Malaysia. Tetapi, tentu saja kebanyakan tamu justru mencari sajian khas Vietnam tetapi dimasak dengan kepatuhan tinggi terhadap syarat-syarat halal.
Contohnya adalah goi cuon (lumpia basah) khas Vietnam. Sekalipun biasanya ada pilihan antara tom (udang) atau ga (ayam) - di samping mihun dan daun salad - di tempat-tempat umum lumpianya sering diisi juga dengan seiris daging babi. Di Halal@Saigon, sudah pasti goi cuon-nya halal. Cocolannya, seperti biasa, adalah sambal tauco.
Sajian yang paling saya sukai di sini adalah salad udang dan umbut daun kelapa dengan saus jeruk nipis segar, dimakan dengan krupuk udang sebagai sudu. Umbut daun kelapanya bertekstur lembut dan manis - mirip dengan heart of palm yang di California juga lazim dipakai sebagai campuran salad. Bagi saya, sajian ini benar-benar fresh dan mak nyuss.
Udang rebusnya juga istimewa. Tetapi, ternyata, prosesnya agak "mengerikan". Udang hidup dimasukkan ke dalam kelapa muda dengan rajangan bawang bombay, daun bawang, dan daun ketumbar - yang kemudian dipanggang dalam oven. Ketika disajikan, udangnya terasa manis alami, segar, dan nyakrek (succulent). Bila diperlukan, udangnya bisa dicelupkan ke dalam saus yang dibuat dari perasan jeruk nipis, garam, dan lada.
Sajian lain yang harus diacungi jempol di sini adalah ikan keo (semacam patin) yang dimasak dalam kuali (claypot) dengan karamel, lalu ditaburi bubuk kacang tanah, bawang putih, dan cabe kering. Saya langsung teringat sajian serupa yang juga ada di Vietopia Jakarta. Daging patin yang lembut berlemak itu terasa sangat mulus dalam balutan saus yang kompleks.
Lho, tapi kenapa akhirnya semua menu Vietnam halal ini justru hanya menampilkan seafood? Selain udang dan ikan, juga kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Bagaimana kalau yang datang justru alergi terhadap ikan?
Gampang! Ada menu Malaysia berikut untuk dipilih: nasi rendang, nasi lemak, kari sapi, sate ayam/sapi, dan lain-lain. Selain itu, juga tersedia berbagai sajian untuk vegetarian.
Bila Anda diwajibkan makan halal, maka Halal@Saigon adalah alamat yang paling tepat selama berkunjung ke Ho Chi Minh City. (Bondan Winarno)
sumber: detikfood
Lihat Juga:
Cafe
Halal@Saigon, begitu nama restoran itu, dimiliki oleh seorang dokter keturunan India warga negara Malaysia. Dokter Shimi sebetulnya datang ke Saigon 18 tahun yang lalu untuk membuka usaha di bidang farmasi bersama suaminya. Tetapi, setelah usaha farmasinya berjalan baik, ternyata dia "ngelantur" ke bisnis restaurant pula.
"Kasihan orang Malaysia bila berwisata ke sini sulit menemukan makanan yang dijamin kehalalannya," kata Dokter Shimi. Sekarang, di ruas jalan pendek di sekitar masjid itu sudah bermunculan beberapa restoran halal lainnya.
Dokter Shimi sengaja mendatangkan beberapa tukang masak dan pramusaji dari Malaysia untuk mengawaki restorannya. Halal@Saigon memang menyajikan berbagai masakan Malaysia. Tetapi, tentu saja kebanyakan tamu justru mencari sajian khas Vietnam tetapi dimasak dengan kepatuhan tinggi terhadap syarat-syarat halal.
Contohnya adalah goi cuon (lumpia basah) khas Vietnam. Sekalipun biasanya ada pilihan antara tom (udang) atau ga (ayam) - di samping mihun dan daun salad - di tempat-tempat umum lumpianya sering diisi juga dengan seiris daging babi. Di Halal@Saigon, sudah pasti goi cuon-nya halal. Cocolannya, seperti biasa, adalah sambal tauco.
Sajian yang paling saya sukai di sini adalah salad udang dan umbut daun kelapa dengan saus jeruk nipis segar, dimakan dengan krupuk udang sebagai sudu. Umbut daun kelapanya bertekstur lembut dan manis - mirip dengan heart of palm yang di California juga lazim dipakai sebagai campuran salad. Bagi saya, sajian ini benar-benar fresh dan mak nyuss.
Udang rebusnya juga istimewa. Tetapi, ternyata, prosesnya agak "mengerikan". Udang hidup dimasukkan ke dalam kelapa muda dengan rajangan bawang bombay, daun bawang, dan daun ketumbar - yang kemudian dipanggang dalam oven. Ketika disajikan, udangnya terasa manis alami, segar, dan nyakrek (succulent). Bila diperlukan, udangnya bisa dicelupkan ke dalam saus yang dibuat dari perasan jeruk nipis, garam, dan lada.
Sajian lain yang harus diacungi jempol di sini adalah ikan keo (semacam patin) yang dimasak dalam kuali (claypot) dengan karamel, lalu ditaburi bubuk kacang tanah, bawang putih, dan cabe kering. Saya langsung teringat sajian serupa yang juga ada di Vietopia Jakarta. Daging patin yang lembut berlemak itu terasa sangat mulus dalam balutan saus yang kompleks.
Lho, tapi kenapa akhirnya semua menu Vietnam halal ini justru hanya menampilkan seafood? Selain udang dan ikan, juga kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Bagaimana kalau yang datang justru alergi terhadap ikan?
Gampang! Ada menu Malaysia berikut untuk dipilih: nasi rendang, nasi lemak, kari sapi, sate ayam/sapi, dan lain-lain. Selain itu, juga tersedia berbagai sajian untuk vegetarian.
Bila Anda diwajibkan makan halal, maka Halal@Saigon adalah alamat yang paling tepat selama berkunjung ke Ho Chi Minh City. (Bondan Winarno)
sumber: detikfood
Lihat Juga:
Cafe
Jumat, 15 Oktober 2010
Mole saus Mexico
Mole adalah nama umum untuk beberapa jenis saus yang digunakan di Meksiko. Dalam bahasa Inggris, kata Mole merujuk pada saus tertentu yang sebetulnya lebih dikenal dengan nama mole poblano dalam bahasa Spanyol. Yang sudah biasa dengan masakan Meksiko pasti mengenal nama guacamole (avocado mole).
Di Meksiko, istilah ini dipakai untuk sejumlah saus, beberapa di antaranya cukup berbeda satu sama lain. Jenis yang paling populer berasal dari negara bagian Meksiko, Puebla dan Oaxaca. Di San Pedro Atocpan, yang terletak di Milpa Alta daerah federal Meksiko, pinggiran selatan kota Meksiko, terdapat pekan raya nasional Mole tahunan.
Mole poblano, yang namanya berasal dari nama negara bagian Meksiko, Puebla, adalah saus populer di masakan Meksiko. Mole poblano disiapkan dengan cabe, bumbu-bumbu, coklat tanpa gula dan bahan-bahan lainnya. Ada banyak cerita tentang penemuannya, tetapi tidak satupun yang resmi.
Salah satu jenis hidangan yang lebih populer adalah Mole Poblano de Guajolote atau Kalkun dengan Mole. Mole sering digunakan untuk mempersiapkan masakan jenis ayam atau isian keju enchilada; seringkali disendok dan disiramkan ke atas ayam, nasi ataupun kentang.
Resepnya disempurnakan oleh sejumlah biarawati atas perintah Santa Rosa untuk memberikan kesan pada saat ada kunjungan politik dan pejabat gereja di Meksiko pada abad ke-17.
Mole siap pakai bisa dibeli di toko ataupun supermarket. Mole siap pakai biasanya berbentuk bubuk ataupun pasta dengan warna yang beraneka ragam, hitam kehijauan atau pun kuning bergantung pada bahan yang digunakan. Di era modern, Mole dijual dalam bentuk kaleng, stoples, dadu yang bisa dilarutkan dalam air atau kaldu.
Mole berasal dari kata bahasa Nahutl, mulli, yang artinya "saus", "campuran", "ramuan", "rebusan". Dalam logat bahasa Inggris bentuk kata molé, menyatakan pengucapan akhiran huruf e berbeda dengan e ada kata mole, yang sudah pasti artinya berbeda.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
cafe
Di Meksiko, istilah ini dipakai untuk sejumlah saus, beberapa di antaranya cukup berbeda satu sama lain. Jenis yang paling populer berasal dari negara bagian Meksiko, Puebla dan Oaxaca. Di San Pedro Atocpan, yang terletak di Milpa Alta daerah federal Meksiko, pinggiran selatan kota Meksiko, terdapat pekan raya nasional Mole tahunan.
Mole poblano, yang namanya berasal dari nama negara bagian Meksiko, Puebla, adalah saus populer di masakan Meksiko. Mole poblano disiapkan dengan cabe, bumbu-bumbu, coklat tanpa gula dan bahan-bahan lainnya. Ada banyak cerita tentang penemuannya, tetapi tidak satupun yang resmi.
Salah satu jenis hidangan yang lebih populer adalah Mole Poblano de Guajolote atau Kalkun dengan Mole. Mole sering digunakan untuk mempersiapkan masakan jenis ayam atau isian keju enchilada; seringkali disendok dan disiramkan ke atas ayam, nasi ataupun kentang.
Resepnya disempurnakan oleh sejumlah biarawati atas perintah Santa Rosa untuk memberikan kesan pada saat ada kunjungan politik dan pejabat gereja di Meksiko pada abad ke-17.
Mole siap pakai bisa dibeli di toko ataupun supermarket. Mole siap pakai biasanya berbentuk bubuk ataupun pasta dengan warna yang beraneka ragam, hitam kehijauan atau pun kuning bergantung pada bahan yang digunakan. Di era modern, Mole dijual dalam bentuk kaleng, stoples, dadu yang bisa dilarutkan dalam air atau kaldu.
Mole berasal dari kata bahasa Nahutl, mulli, yang artinya "saus", "campuran", "ramuan", "rebusan". Dalam logat bahasa Inggris bentuk kata molé, menyatakan pengucapan akhiran huruf e berbeda dengan e ada kata mole, yang sudah pasti artinya berbeda.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
cafe
Kamis, 14 Oktober 2010
Sambal Tumapang
Tumpang atau sambal tumpang adalah sebuah makanan khas dari Kota Kediri. Cara penyajian sambal tumpang tak jauh beda dengan cara penyajian sambal pecel, yaitu dengan nasi yang di atasnya di beri aneka lalapan atau sayur - mayur yang telah direbus terlebih dahulu lalu disiram dengan sambal tumpang dan diberi peyek sebagai pelengkap, bisa peyek kacang atau peyek teri.
Sambal tumapang sendiri terbuat dari tempe yang telah busuk atau tempe bosok dan dimasak dengan di campur aneka bumbu seperti lombok atau cabe, bawang, garam dan bumbu dapur lainnya.Jangan keburu jijik jika mengetahui bahan dasarnya yang terbuat dari tempe bosok, tapi cobalah dulu rasanya jika telah matang, pasti akan membuat anda ketagihan.
Ada sebuah cara penyajian unik lagi dari sambal tumpang, yaitu dengan mencampurkan sambal tumpang dengan sambal pecel, perpaduan unik nan lezat ini disebut dengan nasi campur dan sambalnya disebut dengan sambal campur. Aneka makanan dengan tumpang bisa anda temui di sepanjang jalan Dhoho, Kota Kediri, Kediri, Jawa Timur.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
japanese food
Red Mango
Sambal tumapang sendiri terbuat dari tempe yang telah busuk atau tempe bosok dan dimasak dengan di campur aneka bumbu seperti lombok atau cabe, bawang, garam dan bumbu dapur lainnya.Jangan keburu jijik jika mengetahui bahan dasarnya yang terbuat dari tempe bosok, tapi cobalah dulu rasanya jika telah matang, pasti akan membuat anda ketagihan.
Ada sebuah cara penyajian unik lagi dari sambal tumpang, yaitu dengan mencampurkan sambal tumpang dengan sambal pecel, perpaduan unik nan lezat ini disebut dengan nasi campur dan sambalnya disebut dengan sambal campur. Aneka makanan dengan tumpang bisa anda temui di sepanjang jalan Dhoho, Kota Kediri, Kediri, Jawa Timur.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
japanese food
Red Mango
Selasa, 12 Oktober 2010
Omo! Chicken
KEHADIRAN Omo! Chicken sepertinya memberikan secercah harapan baru.Restaurant semi-fast food ini berupaya membalikkan anggapan banyak orang bahwa makanan siap saji berakibat buruk bagi kesehatan dan membuat gemuk. Di Omo! Chicken, kita dapat menemukan makanan favorit seperti Chicken Wings dan Burger yang tidak saja lezat dan nikmat, juga sehat.
Semua menu yang Omo sajikan memang sehat karena tidak menggunakan bahan kimia, pengawet, dan pewarna. Omo hanya menggunakan canola oil dalam proses penggorengan yang diketahui baik untuk kesehatan. Tidak hanya penyajian, tetapi kualitas bahan dan pelayanan prima juga menjadi perhatian utama.
Omo dalam bahasa Korea berarti ungkapan terkejut seperti “astaga”. Restoran yang terletak di Under Ground Floor Unit MUG 30, Gandaria City ini memang berupaya menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai tempat mengisi perut sekaligus tongkrongan favorit. Dengan ruangan yang didesain minimalis modern serba hitam-putih dan bangku unik, berada di gerai Omo! Chicken terasa nyaman untuk melepas penat.
Keseriusan Omo! Chicken untuk mengampanyekan hidup sehat dan bersih tidak hanya terlihat dari pilihan bahan dan bumbu masakan, tetapi juga dari pelayanan dan fasilitas lainnya. Misalnya terlihat dari para pelayanannya yang menggunakan masker atau penggunaan wadah menu khusus untuk makanan. Omo! Chicken sangat unik dan spesial karena diracik menggunakan bumbu ala masakan tradisional Korea yang terkenal bergizi tinggi. Misalnya, menu unggulan di sini yaitu chicken wings.
Bedanya, sayap ayam dimasak dengan canola oil yaitu minyak sayur yang diketahui mengandung lemak jenuh yang paling rendah dan kaya asam lemak omega-3 dan omega-6. Canola oil berasal dari akronim “Canadian oil, low acid”, yang berasal dari biji rape yang kebanyakan adalah tanaman transgenik. Tanaman ini sebagian besar tumbuh di China, Kanada, Amerika Serikat, dan Jerman. Karena kandungannya yang istimewa dan rendah kolesterol, canola oil sering dijadikan bahan menggoreng untuk makanan orang yang sedang diet.
Omo! Chicken menyediakan dua rasa Chicken Wings, yaitu Chicken Hot Sauce yang berasa pedas dan Chicken Soya Sauce yang agak manis. Proses menggoreng dan campuran bumbu yang pas membuat sayap ayam menjadi renyah dan gurih. Rasanya yang nikmat membuat orang yang mencicipinya dijamin ketagihan dan puas melahap hingga gigitan terakhir. Sungguh sebuah santapan yang wajib dicoba.
Di sini juga tersaji menu unggulan lainnya semisal Chicken Curry Burger yaitu burger yang berisi chicken katsu dengan baluran saus kari. Saus kari yang biasanya diracik ala Jepang, dibuat beda. Di sini rasanya lebih “light” atau ringan dan tidak menyengat sama sekali. Karena itu, siapa pun, bahkan anak-anak sekalipun, akan menyukai menu ini. Ada juga menu rice ball yaitu bola- bola yang terbuat dari campuran nasi, seaweed (rumput laut) dan anchovy (ikan teri).
Perpaduan antara bahan masakan spesial ini menghasilkan sensasi kudapan yang lezat. Menu ini biasanya baik untuk anak yang susah makan atau sedang sakit karena menyehatkan dan bergizi tinggi. Makanan lain di Omo! Chicken, di antaranya Chicken Curry Rice, Chicken Katsu Curry Rice, Curry Fried Rice, Chicken Golden Strip, Popcorn Chicken dan French Fries. Semunya mengundang selera. Sebagai pelepas dahaga, Omo! Chicken menyediakan minuman spesial yaitu Organic Corn Tea. Organic Corn Tea yang terasa plain dengan aroma jagung yang kuat ini dibuat dari rebusan jagung organik dengan air.
Untuk minuman lainnya, ada Korean Mocca Coffee, Air Mineral, dan Teh. Di Omo! Chicken tersedia juga menu paket. Di antaranya, combo chicken hot/soya yang berisi 4 chicken wings, curry fried rice, salad dan organic corn tea. Ada juga paket combo curry burger yang terdiri atas chicken curry burger, french fries, salad dan organic corn tea. Yang terakhir, paket combo chicken katsu curry yang terdiri atas chicken katsu curry rice, salad, dan organic corn tea.
sumber:OpenRice
Lihat Juga:
Cafe
Semua menu yang Omo sajikan memang sehat karena tidak menggunakan bahan kimia, pengawet, dan pewarna. Omo hanya menggunakan canola oil dalam proses penggorengan yang diketahui baik untuk kesehatan. Tidak hanya penyajian, tetapi kualitas bahan dan pelayanan prima juga menjadi perhatian utama.
Omo dalam bahasa Korea berarti ungkapan terkejut seperti “astaga”. Restoran yang terletak di Under Ground Floor Unit MUG 30, Gandaria City ini memang berupaya menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai tempat mengisi perut sekaligus tongkrongan favorit. Dengan ruangan yang didesain minimalis modern serba hitam-putih dan bangku unik, berada di gerai Omo! Chicken terasa nyaman untuk melepas penat.
Keseriusan Omo! Chicken untuk mengampanyekan hidup sehat dan bersih tidak hanya terlihat dari pilihan bahan dan bumbu masakan, tetapi juga dari pelayanan dan fasilitas lainnya. Misalnya terlihat dari para pelayanannya yang menggunakan masker atau penggunaan wadah menu khusus untuk makanan. Omo! Chicken sangat unik dan spesial karena diracik menggunakan bumbu ala masakan tradisional Korea yang terkenal bergizi tinggi. Misalnya, menu unggulan di sini yaitu chicken wings.
Bedanya, sayap ayam dimasak dengan canola oil yaitu minyak sayur yang diketahui mengandung lemak jenuh yang paling rendah dan kaya asam lemak omega-3 dan omega-6. Canola oil berasal dari akronim “Canadian oil, low acid”, yang berasal dari biji rape yang kebanyakan adalah tanaman transgenik. Tanaman ini sebagian besar tumbuh di China, Kanada, Amerika Serikat, dan Jerman. Karena kandungannya yang istimewa dan rendah kolesterol, canola oil sering dijadikan bahan menggoreng untuk makanan orang yang sedang diet.
Omo! Chicken menyediakan dua rasa Chicken Wings, yaitu Chicken Hot Sauce yang berasa pedas dan Chicken Soya Sauce yang agak manis. Proses menggoreng dan campuran bumbu yang pas membuat sayap ayam menjadi renyah dan gurih. Rasanya yang nikmat membuat orang yang mencicipinya dijamin ketagihan dan puas melahap hingga gigitan terakhir. Sungguh sebuah santapan yang wajib dicoba.
Di sini juga tersaji menu unggulan lainnya semisal Chicken Curry Burger yaitu burger yang berisi chicken katsu dengan baluran saus kari. Saus kari yang biasanya diracik ala Jepang, dibuat beda. Di sini rasanya lebih “light” atau ringan dan tidak menyengat sama sekali. Karena itu, siapa pun, bahkan anak-anak sekalipun, akan menyukai menu ini. Ada juga menu rice ball yaitu bola- bola yang terbuat dari campuran nasi, seaweed (rumput laut) dan anchovy (ikan teri).
Perpaduan antara bahan masakan spesial ini menghasilkan sensasi kudapan yang lezat. Menu ini biasanya baik untuk anak yang susah makan atau sedang sakit karena menyehatkan dan bergizi tinggi. Makanan lain di Omo! Chicken, di antaranya Chicken Curry Rice, Chicken Katsu Curry Rice, Curry Fried Rice, Chicken Golden Strip, Popcorn Chicken dan French Fries. Semunya mengundang selera. Sebagai pelepas dahaga, Omo! Chicken menyediakan minuman spesial yaitu Organic Corn Tea. Organic Corn Tea yang terasa plain dengan aroma jagung yang kuat ini dibuat dari rebusan jagung organik dengan air.
Untuk minuman lainnya, ada Korean Mocca Coffee, Air Mineral, dan Teh. Di Omo! Chicken tersedia juga menu paket. Di antaranya, combo chicken hot/soya yang berisi 4 chicken wings, curry fried rice, salad dan organic corn tea. Ada juga paket combo curry burger yang terdiri atas chicken curry burger, french fries, salad dan organic corn tea. Yang terakhir, paket combo chicken katsu curry yang terdiri atas chicken katsu curry rice, salad, dan organic corn tea.
sumber:OpenRice
Lihat Juga:
Cafe
Tempe
Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Nasi goreng
Solaria
Chinese food
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Nasi goreng
Solaria
Chinese food
Senin, 11 Oktober 2010
Macam-macam Roti Jepang
Anpan (あんパン atau 餡パン?) adalah roti manis dengan isi selai kacang merah.
Roti bukanlah makanan yang biasa dimakan oleh orang Jepang sebelumnya, namun kini banyak jenis roti yang merupakan makanan khas Jepang, seperti : meron-pan, kurimu-pan, jamu-pan, koshian-pan, ogura an-pan, sakura an-pan, korone, dan lain-lain. Hal ini bisa jadi karena orang Jepang pandai dalam memperkenalkan tradisi makanan dari negara-negara lain dan mengadaptasinya agar sesuai dengan selera orang Jepang.
An-pan tercipta pada tahun 1874, oleh pemilik roti kimuraya di distrik Ginza Tokyo. awalnya Kimura Yasube'e, nama pemilik toko tersebut mencoba untuk membuat roti yang sesuai dengan selera orang Jepang. Kemudian dengan mengambil ide dari manju kukus yang merupakan makanan khas Jepang, didapatlah roti yang lembut, manis, mudah dimakan dan cocok pula dengan selera orang Jepang.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe
Roti bukanlah makanan yang biasa dimakan oleh orang Jepang sebelumnya, namun kini banyak jenis roti yang merupakan makanan khas Jepang, seperti : meron-pan, kurimu-pan, jamu-pan, koshian-pan, ogura an-pan, sakura an-pan, korone, dan lain-lain. Hal ini bisa jadi karena orang Jepang pandai dalam memperkenalkan tradisi makanan dari negara-negara lain dan mengadaptasinya agar sesuai dengan selera orang Jepang.
An-pan tercipta pada tahun 1874, oleh pemilik roti kimuraya di distrik Ginza Tokyo. awalnya Kimura Yasube'e, nama pemilik toko tersebut mencoba untuk membuat roti yang sesuai dengan selera orang Jepang. Kemudian dengan mengambil ide dari manju kukus yang merupakan makanan khas Jepang, didapatlah roti yang lembut, manis, mudah dimakan dan cocok pula dengan selera orang Jepang.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe
Minggu, 10 Oktober 2010
Ochazuke dan Sejarahnya
Ochazuke (茶漬け?) atau chazuke adalah japanese food atau cara makan berupa nasi putih dengan lauk sekadarnya yang dituangi air teh hijau, dashi atau air panas. Yūzuke adalah sebutan lain untuk nasi yang dituangi air panas.
Lauk diletakkan di atas nasi sebelum dituangi air teh (teh hijau atau hōjicha), dashi atau air panas. Lauk yang digunakan misalnya umeboshi, tsukemono, shiozake, nori, tsukudani, shiokara, wasabi, tarako (mentaiko).
Ochazuke merupakan makanan pengisi perut misalnya di antara dua waktu makan atau sewaktu masih lapar sebelum tidur. Di rumah makan tradisional atau di pemandian air panas, tamu sering ditawari ochazuke untuk menetralkan rasa pada mulut sehabis menikmati makanan mewah yang enak-enak.
Konon ochazuke berasal dari makanan yang bisa cepat dimakan oleh pegawai perusahaan dagang di zaman Edo yang selalu sibuk, tapi lapar dan tidak ada waktu untuk berlama-lama istirahat makan. Kebiasaan makan ochazuke timbul dengan sendirinya karena pegawai bekerja hampir seharian penuh dan sewaktu beristirahat pun masih diawasi atasan. Kantor-kantor banyak yang mempunyai kebiasaan menyediakan asinan sayur (tsukemono) di dalam mangkuk besar dari kayu yang boleh diambil semaunya oleh pegawai sebagai lauk. Kebiasaan ini diperkirakan berhubungan dengan lahirnya kebiasaan menuangkan air teh ke dalam nasi agar makanan bisa cepat habis dan asinan sayur tidak lagi terasa terlalu asin. Pada waktu itu, ochazuke dianggap sebagai makanan kelas bawah. Majikan dan kalangan atas tidak mau makan ochazuke secara terang-terangan, walaupun dimakan juga sebagai pengisi perut kalau terpaksa.
Cara makan nasi dengan dituangi kuah sebetulnya sudah ada sejak zaman Heian. Di dalam literatur klasik Makura no sōshi dan Genji monogatari juga sudah disebut-sebut yūzuke (nasi yang dituangi air panas). Di abad pertengahan juga sudah dikenal makanan bernama hōhan (芳飯, 法飯?) berupa nasi putih atau nasi dengan lauk 7 jenis sayuran yang dipotong-potong kecil dan dituangi dashi. Hōhan adalah salah satu jenis masakan Buddhis (shōjinryōri) yang dimakan biksu di kuil agama Buddha. Hōhan salah satu makanan yang disajikan dalam masakan shōjinryōri dan honzenryōri. Orang yang memakannya bisa minta tambah semangkuk lagi kalau belum kenyang. Di Prefektur Nagano, hōhan hingga sekarang masih disajikan sebagai salah satu jenis masakan Buddhis di kuil agama Buddha seperti Zenkōji. Sampai saat ini di Okinawa masih bisa ditemui makanan sejenis yang disebut sēfan (菜飯?) atau nameshi.
Ochazuke instan produksi pabrik yang disebut Ochazuke no moto mulai dikenal di Jepang sejak tahun 1970-an. Kemasan berisi sayuran dikeringkan dengan teknik freeze drying (pengeringan dengan mendinginkan), teh matcha dan dashi dalam bentuk bubuk. Orang yang ingin makan ochazuke tinggal menuangkan isi kemasan ke atas semangkuk nasi dan menyiramnya dengan air panas.
Pada tahun 1990-an, ochazuke instan mulai diproduksi dengan berbagai macam rasa, seperti rasa ramen, rasa masakan Tionghoa hingga rasa teh oolong. Ochazuke instan lengkap dengan arare dimaksudkan untuk meniru ochazuke ala Kyoto yang disebut bubuzuke. Butiran beras yang dibuat arare atau potongan kecil mochi yang digoreng beraroma harum sehingga ditambahkan di atas nasi sewaktu membuat bubuzuke.
sumber: wikipedia
lihat juga:
Red Mango
Lauk diletakkan di atas nasi sebelum dituangi air teh (teh hijau atau hōjicha), dashi atau air panas. Lauk yang digunakan misalnya umeboshi, tsukemono, shiozake, nori, tsukudani, shiokara, wasabi, tarako (mentaiko).
Ochazuke merupakan makanan pengisi perut misalnya di antara dua waktu makan atau sewaktu masih lapar sebelum tidur. Di rumah makan tradisional atau di pemandian air panas, tamu sering ditawari ochazuke untuk menetralkan rasa pada mulut sehabis menikmati makanan mewah yang enak-enak.
Konon ochazuke berasal dari makanan yang bisa cepat dimakan oleh pegawai perusahaan dagang di zaman Edo yang selalu sibuk, tapi lapar dan tidak ada waktu untuk berlama-lama istirahat makan. Kebiasaan makan ochazuke timbul dengan sendirinya karena pegawai bekerja hampir seharian penuh dan sewaktu beristirahat pun masih diawasi atasan. Kantor-kantor banyak yang mempunyai kebiasaan menyediakan asinan sayur (tsukemono) di dalam mangkuk besar dari kayu yang boleh diambil semaunya oleh pegawai sebagai lauk. Kebiasaan ini diperkirakan berhubungan dengan lahirnya kebiasaan menuangkan air teh ke dalam nasi agar makanan bisa cepat habis dan asinan sayur tidak lagi terasa terlalu asin. Pada waktu itu, ochazuke dianggap sebagai makanan kelas bawah. Majikan dan kalangan atas tidak mau makan ochazuke secara terang-terangan, walaupun dimakan juga sebagai pengisi perut kalau terpaksa.
Cara makan nasi dengan dituangi kuah sebetulnya sudah ada sejak zaman Heian. Di dalam literatur klasik Makura no sōshi dan Genji monogatari juga sudah disebut-sebut yūzuke (nasi yang dituangi air panas). Di abad pertengahan juga sudah dikenal makanan bernama hōhan (芳飯, 法飯?) berupa nasi putih atau nasi dengan lauk 7 jenis sayuran yang dipotong-potong kecil dan dituangi dashi. Hōhan adalah salah satu jenis masakan Buddhis (shōjinryōri) yang dimakan biksu di kuil agama Buddha. Hōhan salah satu makanan yang disajikan dalam masakan shōjinryōri dan honzenryōri. Orang yang memakannya bisa minta tambah semangkuk lagi kalau belum kenyang. Di Prefektur Nagano, hōhan hingga sekarang masih disajikan sebagai salah satu jenis masakan Buddhis di kuil agama Buddha seperti Zenkōji. Sampai saat ini di Okinawa masih bisa ditemui makanan sejenis yang disebut sēfan (菜飯?) atau nameshi.
Ochazuke instan produksi pabrik yang disebut Ochazuke no moto mulai dikenal di Jepang sejak tahun 1970-an. Kemasan berisi sayuran dikeringkan dengan teknik freeze drying (pengeringan dengan mendinginkan), teh matcha dan dashi dalam bentuk bubuk. Orang yang ingin makan ochazuke tinggal menuangkan isi kemasan ke atas semangkuk nasi dan menyiramnya dengan air panas.
Pada tahun 1990-an, ochazuke instan mulai diproduksi dengan berbagai macam rasa, seperti rasa ramen, rasa masakan Tionghoa hingga rasa teh oolong. Ochazuke instan lengkap dengan arare dimaksudkan untuk meniru ochazuke ala Kyoto yang disebut bubuzuke. Butiran beras yang dibuat arare atau potongan kecil mochi yang digoreng beraroma harum sehingga ditambahkan di atas nasi sewaktu membuat bubuzuke.
sumber: wikipedia
lihat juga:
Red Mango
Mie dan Sejarahnya
Mie merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di Asia khususnya di Asia Timur dan Asia Tenggara. Menurut cerita legenda, mie pertama kali dibuat dan diproduksi di daratan Cina kira-kira 2000 tahun yang lalu di bawah kekuasaan dinasti Han. Dari Cina, mie berkembang dan menyebar ke Jepang, Korea, Taiwan, Indochina, dan Asia Tenggara, bahkan meluas ke seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat dan daratan Eropa.
Sesungguhnya seni menggiling gandum dan pembuatan roti telah lebih dahulu berkembang di Timur Tengah: Mesopotamia, Mesir, dan Persia. Logikanya mie juga mula-mula dikembangkan dan diajarkan sebagai lembaran roti yang tidak mengembang, yang di Cina tampaknya mie mendapat perhatian sangat khusus dalam pengembangannya.
Dalam bahasa Inggris mie disebut noodle, yang sebenarnya berasal dari bahas Jerman, nudel. Asal istilah tersebut tidak jelas. Secara tradisional di antara masyarakat Cina, mie karena bentuknya yang panjang sering digunakan simbol umur panjang, dan selalu disajikan dalam pesta ulang tahun. Tetapi bukan hanya pada peringatan ulang tahun, melainkan juga pada saat upacara pemakaman dengan harapan mereka yang ditinggalkan memiliki umur yang panjang.
Dengan berkembangnya produk mie dan teknologi pembuatan mie, maka pembuatan mie tidak lagi terbatas hanya dari bahan mentah utama terigu (mian) saja, tetapi mie dapat dibuat dari tepung beras yang di sebut bihun (fen), dari pati kacang hijau yang disebut so’un (fensi), serta yang terbuat dari tepung terigu dan beras yang disebut shomein. Ketika tepung soba (buck wheat) telah menjadi salah satu bahan pangan pokok, mulailah diperkenalkan mie dari soba.
Secara tradisional, khususnya di Cina Utara pembuatan mie terigu dilakukan dengan cara melempar-lempar adonan ke udara sehingga menjadi tali temali yang panjang, kemudian ditarik, dilipat, dan dipotong sehingga menjadi benang atau tali. Adonan mie yang dibuat dengan cara tersebut dapat menghasilkan tali-tali tebal seperti macaroni. Dengan teknik khusus, yaitu jika penarikan dilakukan 12 kali dan pelipatan dilakukan sebanyak 11 kali maka akan menghasilkan produk mie yang disebut mie jenggot atau ‘Jenggot Naga’. Sifat mie jenggot naga tersebut renyah dan dapat dibentuk menjadi sarang burung, kemudian digoreng dan disajikan bersama dengan spano kuk di dalam sop yang lezat. Mie jenggot naga biasanya digunakan sebagai hidangan penutup dalam suatu pesta andrawina yang canggih.
Produksi Mie Secara Komersial
Sejak mie diproduksi secara manual, manusia selalu memimpikan memproduksi mie secara mekanis, menggunakan suatu alat. Baru kira-kira 700 tahun yang lalu manusia berhasil membuat mie berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik.
Revolusi pembuatan mie secara mekanik baru terjadi setelah T. Masaki berhasil menciptakan mesin pembuat mie pada tahun 1854. Sejak memasuki abad ke-20, mie telah banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat di luar Cina dan Jepang. Sejak saat itu, mie mengalami banyak perkembangan. Dari mie yang dihidangkan dingin dan sangat terkenal di Cina, kemudian di Jepang juga dikembangkan mie instan dengan nama Chicken Ramen (1957) dan pada tahun 1962 muncul mie instan baru dengan nama Saporo Ramen. Pada tahun 1964 bermunculan berbagai industri yang memproduksi mie instan Cina dengan bungkus Polietilen yang dapat direkatkan dengan panas, hingga berkembang menjadi bahan pembungkus Polysteren yang mampu menyimpan panas cukup lama pada tahun 1971, dengan bentuk cangkir atau mangkuk. Dengan perkembangan wadah baru tersebut, konsumen dapat memegang cangkir atau mangkuk yang berisi produk sangat panas tanpa tangannya kepanasan.
Untuk menjaga kesegaran mie dalam waktu yang cukup lama, telah berhasil ditemukan teknologi pembekuan pada tahun 1974. Mulai tahun 1977, teknologi pembekuan dan pengeringan diterapkan dalam produksi mie instan secara komersial.
Jenis Mie di Pasaran
Berdasarkan kondisi sebelum dikonsumsi, mie dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu mie basah, mie kering, mie rebus, mie kukus serta mie instan, baik dalam kemasan polietilen maupun dalam kemasan polysteren yang dikenal juga sebagai sterofoam (bentuk cangkir maupun mangkuk).
Pada umumnya, mie basah merupakan mie yang belum dimasak (nama-men). Mie basah merupakan jenis mie Cina yang paling populer, banyak dijual di berbagai toko maupun restoran. Jenis mie basah tersebut jarang dijumpai di pasaran. Sedangkan mie kering (kan-men) merupakan istilah umum yang digunakan untuk so-men, seperti misalnya hiyamugi, udon, hira-men, dan soba. Jenis mie kering tersebut merupakan mie yang palng populer di masyarakat Jepang. Mie tersebut dapat disimpan sebelum diolah menjadi helaian mie basah.
Mie rebus (yude-men) adalah nama populer dari udon. Sedangkan mie kukus (mushi-men) merupakan jenis mie Cina yang dapat dikukus maupun direbus. Mie kukus biasanya ditumis dengan sayur terlebih dahulu sebelum disajikan sebagai yaki-soba. Mie instan dapat berbentuk dalam kemasan polyetilen yang tiap helainya telah mengalami pengerasan, dan dikeringkan menggunakan oven yang relatif sangat panas. Kelompok mie tersebut dapat dibagi menjadi mie yang telah diperkaya atau dicampur dengan bumbu yang terpisah kemasannya. Sedangkan mie dalam kemasan sterofoam, dilengkapi dengan bumbu, sayuran, udang atau daging kering yang terpisah. Produk tersebut dapat dikonsumsi setelah dituangi air panas ke dalam wadahnya dan dibiarkan selama kurang lebih 5 menit.
Sumber: kaskus
Lihat Juga:
restaurant
cafe
Sesungguhnya seni menggiling gandum dan pembuatan roti telah lebih dahulu berkembang di Timur Tengah: Mesopotamia, Mesir, dan Persia. Logikanya mie juga mula-mula dikembangkan dan diajarkan sebagai lembaran roti yang tidak mengembang, yang di Cina tampaknya mie mendapat perhatian sangat khusus dalam pengembangannya.
Dalam bahasa Inggris mie disebut noodle, yang sebenarnya berasal dari bahas Jerman, nudel. Asal istilah tersebut tidak jelas. Secara tradisional di antara masyarakat Cina, mie karena bentuknya yang panjang sering digunakan simbol umur panjang, dan selalu disajikan dalam pesta ulang tahun. Tetapi bukan hanya pada peringatan ulang tahun, melainkan juga pada saat upacara pemakaman dengan harapan mereka yang ditinggalkan memiliki umur yang panjang.
Dengan berkembangnya produk mie dan teknologi pembuatan mie, maka pembuatan mie tidak lagi terbatas hanya dari bahan mentah utama terigu (mian) saja, tetapi mie dapat dibuat dari tepung beras yang di sebut bihun (fen), dari pati kacang hijau yang disebut so’un (fensi), serta yang terbuat dari tepung terigu dan beras yang disebut shomein. Ketika tepung soba (buck wheat) telah menjadi salah satu bahan pangan pokok, mulailah diperkenalkan mie dari soba.
Secara tradisional, khususnya di Cina Utara pembuatan mie terigu dilakukan dengan cara melempar-lempar adonan ke udara sehingga menjadi tali temali yang panjang, kemudian ditarik, dilipat, dan dipotong sehingga menjadi benang atau tali. Adonan mie yang dibuat dengan cara tersebut dapat menghasilkan tali-tali tebal seperti macaroni. Dengan teknik khusus, yaitu jika penarikan dilakukan 12 kali dan pelipatan dilakukan sebanyak 11 kali maka akan menghasilkan produk mie yang disebut mie jenggot atau ‘Jenggot Naga’. Sifat mie jenggot naga tersebut renyah dan dapat dibentuk menjadi sarang burung, kemudian digoreng dan disajikan bersama dengan spano kuk di dalam sop yang lezat. Mie jenggot naga biasanya digunakan sebagai hidangan penutup dalam suatu pesta andrawina yang canggih.
Produksi Mie Secara Komersial
Sejak mie diproduksi secara manual, manusia selalu memimpikan memproduksi mie secara mekanis, menggunakan suatu alat. Baru kira-kira 700 tahun yang lalu manusia berhasil membuat mie berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik.
Revolusi pembuatan mie secara mekanik baru terjadi setelah T. Masaki berhasil menciptakan mesin pembuat mie pada tahun 1854. Sejak memasuki abad ke-20, mie telah banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat di luar Cina dan Jepang. Sejak saat itu, mie mengalami banyak perkembangan. Dari mie yang dihidangkan dingin dan sangat terkenal di Cina, kemudian di Jepang juga dikembangkan mie instan dengan nama Chicken Ramen (1957) dan pada tahun 1962 muncul mie instan baru dengan nama Saporo Ramen. Pada tahun 1964 bermunculan berbagai industri yang memproduksi mie instan Cina dengan bungkus Polietilen yang dapat direkatkan dengan panas, hingga berkembang menjadi bahan pembungkus Polysteren yang mampu menyimpan panas cukup lama pada tahun 1971, dengan bentuk cangkir atau mangkuk. Dengan perkembangan wadah baru tersebut, konsumen dapat memegang cangkir atau mangkuk yang berisi produk sangat panas tanpa tangannya kepanasan.
Untuk menjaga kesegaran mie dalam waktu yang cukup lama, telah berhasil ditemukan teknologi pembekuan pada tahun 1974. Mulai tahun 1977, teknologi pembekuan dan pengeringan diterapkan dalam produksi mie instan secara komersial.
Jenis Mie di Pasaran
Berdasarkan kondisi sebelum dikonsumsi, mie dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu mie basah, mie kering, mie rebus, mie kukus serta mie instan, baik dalam kemasan polietilen maupun dalam kemasan polysteren yang dikenal juga sebagai sterofoam (bentuk cangkir maupun mangkuk).
Pada umumnya, mie basah merupakan mie yang belum dimasak (nama-men). Mie basah merupakan jenis mie Cina yang paling populer, banyak dijual di berbagai toko maupun restoran. Jenis mie basah tersebut jarang dijumpai di pasaran. Sedangkan mie kering (kan-men) merupakan istilah umum yang digunakan untuk so-men, seperti misalnya hiyamugi, udon, hira-men, dan soba. Jenis mie kering tersebut merupakan mie yang palng populer di masyarakat Jepang. Mie tersebut dapat disimpan sebelum diolah menjadi helaian mie basah.
Mie rebus (yude-men) adalah nama populer dari udon. Sedangkan mie kukus (mushi-men) merupakan jenis mie Cina yang dapat dikukus maupun direbus. Mie kukus biasanya ditumis dengan sayur terlebih dahulu sebelum disajikan sebagai yaki-soba. Mie instan dapat berbentuk dalam kemasan polyetilen yang tiap helainya telah mengalami pengerasan, dan dikeringkan menggunakan oven yang relatif sangat panas. Kelompok mie tersebut dapat dibagi menjadi mie yang telah diperkaya atau dicampur dengan bumbu yang terpisah kemasannya. Sedangkan mie dalam kemasan sterofoam, dilengkapi dengan bumbu, sayuran, udang atau daging kering yang terpisah. Produk tersebut dapat dikonsumsi setelah dituangi air panas ke dalam wadahnya dan dibiarkan selama kurang lebih 5 menit.
Sumber: kaskus
Lihat Juga:
restaurant
cafe
Kamis, 07 Oktober 2010
Ikan Saori untuk Kabayaki
Sauri pasifik (Cololabis saira) adalah ikan laut dari genus Cololabis, familia Scomberesocidae. Orang Jepang menyebutnya ikan sanma (サンマ atau 秋刀魚?), orang Korea menyebutnya kongchi (꽁치), orang Cina menyebutnya qiu dao yu (秋刀魚), sementara orang Rusia menyebutnya saira (сайра).
Dalam bahasa Jepang dan bahasa Cina, nama ikan ini ditulis dengan aksara bahasa Tionghoa: 秋刀魚 yang terdiri dari aksara untuk musim gugur, pedang, dan ikan. Bentuk tubuh ikan ini panjang langsing berwarna perak berkilap seperti pedang, dan musim gugur merupakan musim sauri pasifik. Di Jepang, ikan ini dijadikan santapan sepanjang musim gugur, terutama dipanggang setelah ditaburi sedikit garam.
Ikan ini bisa dibuat makanan kabayaki salah satu jenis dari japanese food.
Umur maksimum sauri pasifik dari satu tahun hingga dua tahun. Panjang tubuh ketika berumur dua tahun sekitar 49 cm. Ikan ini berasal dari Samudra Pasifik bagian utara, dan tersebar di perairan Laut Jepang hingga pesisir benua Amerika, Alaska, dan Meksiko. Ikan dewasa berenang secara bergerombol di perairan yang luas sesuai dengan musim. Sauri pasifik yang berada di perairan Jepang, ketika musim panas berada di Laut Okhotsk. Ketika musim gugur tiba, gerombolan ikan ini mengikuti arus air laut dingin bermigrasi ke Samudra Pasifik untuk bertelur di lepas pantai kawasan Tohoku, Kanto, hingga ke selatan menuju lepas pantai Kinki dan Kyushu. Gerombolan sauri pasifik yang bermigrasi ke Laut Jepang sampai di lepas pantai Prefektur Niigata dan menuju ke selatan. Di Jepang, lokasi utama penangkapan ikan ini berada di perairan Tohoku dan Kanto.
Seperti halnya ikan terbang, ikan ini melarikan diri dengan melompat dari laut bagaikan meluncur ke udara. Pakan berupa plankton, crustacea, ikan-ikan kecil, dan telur ikan lainnya. Telur sauri pasifik berukuran besar, diameter 1,7 mm hingga 2,2 mm. telur saling melekat satu sama lainnya, dan melekat di benda-benda terapung seperti rumput laut. Sisik berukuran kecil dan mudah terlepas. Hampir semua sisik terlepas ketika ikan tertangkap dan diangkat dengan jala.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga: Minuman
Dalam bahasa Jepang dan bahasa Cina, nama ikan ini ditulis dengan aksara bahasa Tionghoa: 秋刀魚 yang terdiri dari aksara untuk musim gugur, pedang, dan ikan. Bentuk tubuh ikan ini panjang langsing berwarna perak berkilap seperti pedang, dan musim gugur merupakan musim sauri pasifik. Di Jepang, ikan ini dijadikan santapan sepanjang musim gugur, terutama dipanggang setelah ditaburi sedikit garam.
Ikan ini bisa dibuat makanan kabayaki salah satu jenis dari japanese food.
Umur maksimum sauri pasifik dari satu tahun hingga dua tahun. Panjang tubuh ketika berumur dua tahun sekitar 49 cm. Ikan ini berasal dari Samudra Pasifik bagian utara, dan tersebar di perairan Laut Jepang hingga pesisir benua Amerika, Alaska, dan Meksiko. Ikan dewasa berenang secara bergerombol di perairan yang luas sesuai dengan musim. Sauri pasifik yang berada di perairan Jepang, ketika musim panas berada di Laut Okhotsk. Ketika musim gugur tiba, gerombolan ikan ini mengikuti arus air laut dingin bermigrasi ke Samudra Pasifik untuk bertelur di lepas pantai kawasan Tohoku, Kanto, hingga ke selatan menuju lepas pantai Kinki dan Kyushu. Gerombolan sauri pasifik yang bermigrasi ke Laut Jepang sampai di lepas pantai Prefektur Niigata dan menuju ke selatan. Di Jepang, lokasi utama penangkapan ikan ini berada di perairan Tohoku dan Kanto.
Seperti halnya ikan terbang, ikan ini melarikan diri dengan melompat dari laut bagaikan meluncur ke udara. Pakan berupa plankton, crustacea, ikan-ikan kecil, dan telur ikan lainnya. Telur sauri pasifik berukuran besar, diameter 1,7 mm hingga 2,2 mm. telur saling melekat satu sama lainnya, dan melekat di benda-benda terapung seperti rumput laut. Sisik berukuran kecil dan mudah terlepas. Hampir semua sisik terlepas ketika ikan tertangkap dan diangkat dengan jala.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga: Minuman
Rabu, 06 Oktober 2010
Mirin sebagai bumbu masakan
Mirin (味醂, みりん?)adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang atau japanese food berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk tempura (tentsuyu) dan saus teriyaki.
Kandungan alkohol pada mirin dapat menghilangkan rasa amis pada ikan dan mengurangi risiko hancur bahan makanan yang dimasak. Kandungan gula pada mirin digunakan untuk menambah rasa manis bahan makanan yang dimasak, membuat mengkilat bahan makanan yang dimasak cara teriyaki dan menambah harum masakan.
Mirin diminum di Jepang sebagai campuran Shirozake yang diminum pada perayaan Hina Matsuri atau campuran sake yang diminum pada tradisi toso mendoakan keselamatan di hari pertama tahun baru. Di Jepang, mirin merupakan minuman keras sama halnya seperti bir atau wiski yang dikenakan pajak minuman keras dan pembuatannya juga memerlukan izin khusus. Sampai tahun 1996, mirin hanya bisa dibeli di toko yang mempunyai izin menjual minuman keras, tapi sekarang boleh dijual di mana saja dan penjual hanya memerlukan izin menjual mirin secara eceran.
Mirin-fū (みりん風?) adalah bumbu dapur dengan rasa seperti mirin, tapi biasanya mengandung alkohol di bawah 1 persen, dibuat dari cairan gula yang berasal dari beras (mizu ame) ditambah bumbu masak dari bahan kimia. Di Jepang, mirin-fū tidak dikenakan pajak minuman keras sehingga dapat dijual dengan harga murah. Hon-mirin (本みりん?) adalah sebutan yang sering dipakai untuk mirin asli, digunakan untuk membedakan mirin asli dengan mirin buatan.
sumber: wikipedia
Kandungan alkohol pada mirin dapat menghilangkan rasa amis pada ikan dan mengurangi risiko hancur bahan makanan yang dimasak. Kandungan gula pada mirin digunakan untuk menambah rasa manis bahan makanan yang dimasak, membuat mengkilat bahan makanan yang dimasak cara teriyaki dan menambah harum masakan.
Mirin diminum di Jepang sebagai campuran Shirozake yang diminum pada perayaan Hina Matsuri atau campuran sake yang diminum pada tradisi toso mendoakan keselamatan di hari pertama tahun baru. Di Jepang, mirin merupakan minuman keras sama halnya seperti bir atau wiski yang dikenakan pajak minuman keras dan pembuatannya juga memerlukan izin khusus. Sampai tahun 1996, mirin hanya bisa dibeli di toko yang mempunyai izin menjual minuman keras, tapi sekarang boleh dijual di mana saja dan penjual hanya memerlukan izin menjual mirin secara eceran.
Mirin-fū (みりん風?) adalah bumbu dapur dengan rasa seperti mirin, tapi biasanya mengandung alkohol di bawah 1 persen, dibuat dari cairan gula yang berasal dari beras (mizu ame) ditambah bumbu masak dari bahan kimia. Di Jepang, mirin-fū tidak dikenakan pajak minuman keras sehingga dapat dijual dengan harga murah. Hon-mirin (本みりん?) adalah sebutan yang sering dipakai untuk mirin asli, digunakan untuk membedakan mirin asli dengan mirin buatan.
sumber: wikipedia
Buaran Plaza
Buaran Plaza adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di area Buaran Square, berada di Jalan Radin Inten II, Jakarta Timur. Letak mall ini bersampingan dengan Buaran Theater atau Buaran 21 yang berada persis di depan area Buaran Square. Mal ini dibangun oleh Agung Sedayu Group. Anchor yang sudah bergabung antara lain Carrefour, Pojok Busana Department Store, dan beberapa toko makanan seperti BreadTalk, J.CO Donuts & Coffee, Solaria, Pizza Hut, dan KFC.
Pembangunan mal ini dimulai pada tahun 2006 dan direncanakan selesai pada tahun 2007, namun baru terealisasi pada tahun 2008, tepatnya pada Januari 2008. Awal Mei 2008, Buaran Plaza membuka Food Court Buaran Plaza.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Red mango
Nasi goreng
Pembangunan mal ini dimulai pada tahun 2006 dan direncanakan selesai pada tahun 2007, namun baru terealisasi pada tahun 2008, tepatnya pada Januari 2008. Awal Mei 2008, Buaran Plaza membuka Food Court Buaran Plaza.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Red mango
Nasi goreng
Label:
j co,
nasi goreng,
red mango,
solaria
Selasa, 05 Oktober 2010
Peran Genjer pada Rakyak di jaman Penjajahan
Genjer (dibaca gènjèr) atau paku rawan (Limnocharis flava) adalah sejenis tumbuhan rawa yang banyak dijumpai di sawah atau perairan dangkal. Biasanya ditemukan bersama-sama dengan eceng gondok. Genjer adalah sumber sayuran "orang miskin", yang dimakan orang desa apabila tidak ada sayuran lain yang dapat dipanen. Dalam bahasa internasional dikenal sebagai limnocharis, sawah-flower rush, sawah-lettuce, velvetleaf, yellow bur-head, atau cebolla de chucho. Nama "paku rawan" agak menyesatkan karena genjer sama sekali bukan anggota tumbuhan paku.
Terna tahunan yang dapat mencapai tinggi setengah meter ini mudah ditemukan di perairan dangkal seperti sawah atau rawa; rimpang tebal dan tegak, terbenam dalam lumpur; daun tegak atau miring, tidak mengapung (berbeda dari eceng gondok), tangkainya panjang dan berlubang, helainya bervariasi bentuknya; mahkota bunga berwarna kuning dengan diameter 1.5cm, kelopak bunga hijau.
Tumbuhan ini dapat menjadi gulma sawah yang serius jika tidak ditangani segera. Pemanfaatannya dapat membantu mengendalikan populasinya. Walaupun biasanya tidak intensif dibudidayakan, perbanyakan dapat dilakukan secara vegetatif walaupun bijinya pun dapat ditanam. Tumbuhan ini berbunga sepanjang tahun.
Perannya sebagai makanan rakyat miskin digambarkan dalam lagu populer berbahasa Osing yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an, Genjer-genjer.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
minuman
Japanese food
Terna tahunan yang dapat mencapai tinggi setengah meter ini mudah ditemukan di perairan dangkal seperti sawah atau rawa; rimpang tebal dan tegak, terbenam dalam lumpur; daun tegak atau miring, tidak mengapung (berbeda dari eceng gondok), tangkainya panjang dan berlubang, helainya bervariasi bentuknya; mahkota bunga berwarna kuning dengan diameter 1.5cm, kelopak bunga hijau.
Tumbuhan ini dapat menjadi gulma sawah yang serius jika tidak ditangani segera. Pemanfaatannya dapat membantu mengendalikan populasinya. Walaupun biasanya tidak intensif dibudidayakan, perbanyakan dapat dilakukan secara vegetatif walaupun bijinya pun dapat ditanam. Tumbuhan ini berbunga sepanjang tahun.
Perannya sebagai makanan rakyat miskin digambarkan dalam lagu populer berbahasa Osing yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an, Genjer-genjer.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
minuman
Japanese food
Senin, 04 Oktober 2010
Rilex dengan Kacang Khas Bogor
Kacang bogor (Vigna subterranea {L.) Verdc. syn. Voandzeia subterranea (L.) Thouars) bukan merupakan kacang-kacangan yang populer di Indonesia. Nama ini diberikan karena banyak dijajakan di kota Bogor, Jawa Barat. Tumbuhan ini diintroduksi ke Indonesia pada awal abad ke-20 sebagai sumber protein baru namun kurang populer karena produksinya yang rendah dan hingga sekarang dianggap sebagai makanan sampingan. Asal tanaman kacang bogor belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan berasal dari daerah Afrika Tropis. Kini, kacang bogor telah meyebar ke Madagaskar, Mauritus, India, Ceylon, Indonesia, Philiphina, Malaysia, Iowa, New Caledonia, Australia, Amerika Tengah tropis, dan Brazilia.
Tanaman ini ini tergolong tanaman legum dan dikenal tahan keterbatasan hara tanah. Buahnya bersifat seperti kacang tanah: masuk ke bawah permukaan tanah untuk pemasakannya.
Polongnya membulat, berkerut-kerut, dengan panjang 1 - 1,5cm. Satu polong biasanya berisi satu biji, kadang-kadang dua. bijinya membulat, halus, dan keras jika telah masak dan kering. Warna biji krem, coklat, merah, atau bertutul-tutul. Sebagaimana legum lain, tanaman ini bersimbiosis dengan bakteri pengikat N bebas, dengan membentuk bintil-bintil akar berisi bakteri.
Tanaman kacang bogor merupakan herba semusim dengan cabang-cabang lateral yang menjalar diatas tanah. Tanaman ini memiliki daun majemuk dengan tiga anak daun yang berbentuk agak elips. Tangkai daun panjang, tumbuh tegak, dan sedikit berbulu.
Bunga kacang bogor termasuk bunga tipe kupu-kupu. Bunga muncul dari ketiak daun dan tumbuh menyebar. Mahkota bunga berwarna kuning muda, kuning tua kemerah-merahan, dan ada pula yang berwarna merah gelap. Panjang tangkai bunga tidak lebih dari 1,5 cm. Setelah terjadi penyerbukan tangkai bunga memenjang dan masuk ke dalam tanah sebagai ginofora.
Buah berbentuk polong bulat. Periode perkembangan polong paling lama 30 hari setelah terjadi penyerbukan. Periode perkembangan polong paling lama 30 hari setelah terjadi penyerbukan. Polong yang masak atau tua, dalam keadaan segar berwarna putih dan halus, namun jika kering, berubah menjadi kecoklat-coklatan dan berkerut. Polong berisi 1-2 biji dengan bentuk agak bulat, licin, dan keras. Warna kulit biji bervariasi yaitu putih, krem, coklat, ungu dan hitam.
Budidaya
Kebutuhan iklim kacang bogor sama dengan kacang tanah, menyukai banyak hujan dan sinar matahari tetapi lebih toleran kondisi rendah hara dan kekurangan air. Tanaman ini kurang tanggap terhadap pemupukan nitrogen karena mampu memanfaatkan nitrogen dari bakteri pengikat N udara.
Penyakit yang diketahui menyerang kacang bogor adalah layu fusarium, bercak daun, nematoda dan virus. Serangan lebih berat terjadi pada iklim yang basah.
Panen dilakukan paling cepat tiga bulan setelah tanam, tergantung kultivar, kondisi iklim dan kesuburan tanah.
Kegunaan dan kandungan gizi
Biji biasanya dimakan ketika masih agak mentah karena jika telah masak terlalu keras untuk dimakan. Di Bogor biasanya dijual setelah direbus dan diberi garam. Kandungan protein biji kacang bogor berkisar 14 - 24% dan karbohidrat 60%. Proteinnya kaya asam amino metionin. Biji kacang bogor hanya mengandung 6-12% minyak, sekitar separuh dari kandungan minyak kacang tanah.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Nasi goreng
J co
red mango
Solaria
Tanaman ini ini tergolong tanaman legum dan dikenal tahan keterbatasan hara tanah. Buahnya bersifat seperti kacang tanah: masuk ke bawah permukaan tanah untuk pemasakannya.
Polongnya membulat, berkerut-kerut, dengan panjang 1 - 1,5cm. Satu polong biasanya berisi satu biji, kadang-kadang dua. bijinya membulat, halus, dan keras jika telah masak dan kering. Warna biji krem, coklat, merah, atau bertutul-tutul. Sebagaimana legum lain, tanaman ini bersimbiosis dengan bakteri pengikat N bebas, dengan membentuk bintil-bintil akar berisi bakteri.
Tanaman kacang bogor merupakan herba semusim dengan cabang-cabang lateral yang menjalar diatas tanah. Tanaman ini memiliki daun majemuk dengan tiga anak daun yang berbentuk agak elips. Tangkai daun panjang, tumbuh tegak, dan sedikit berbulu.
Bunga kacang bogor termasuk bunga tipe kupu-kupu. Bunga muncul dari ketiak daun dan tumbuh menyebar. Mahkota bunga berwarna kuning muda, kuning tua kemerah-merahan, dan ada pula yang berwarna merah gelap. Panjang tangkai bunga tidak lebih dari 1,5 cm. Setelah terjadi penyerbukan tangkai bunga memenjang dan masuk ke dalam tanah sebagai ginofora.
Buah berbentuk polong bulat. Periode perkembangan polong paling lama 30 hari setelah terjadi penyerbukan. Periode perkembangan polong paling lama 30 hari setelah terjadi penyerbukan. Polong yang masak atau tua, dalam keadaan segar berwarna putih dan halus, namun jika kering, berubah menjadi kecoklat-coklatan dan berkerut. Polong berisi 1-2 biji dengan bentuk agak bulat, licin, dan keras. Warna kulit biji bervariasi yaitu putih, krem, coklat, ungu dan hitam.
Budidaya
Kebutuhan iklim kacang bogor sama dengan kacang tanah, menyukai banyak hujan dan sinar matahari tetapi lebih toleran kondisi rendah hara dan kekurangan air. Tanaman ini kurang tanggap terhadap pemupukan nitrogen karena mampu memanfaatkan nitrogen dari bakteri pengikat N udara.
Penyakit yang diketahui menyerang kacang bogor adalah layu fusarium, bercak daun, nematoda dan virus. Serangan lebih berat terjadi pada iklim yang basah.
Panen dilakukan paling cepat tiga bulan setelah tanam, tergantung kultivar, kondisi iklim dan kesuburan tanah.
Kegunaan dan kandungan gizi
Biji biasanya dimakan ketika masih agak mentah karena jika telah masak terlalu keras untuk dimakan. Di Bogor biasanya dijual setelah direbus dan diberi garam. Kandungan protein biji kacang bogor berkisar 14 - 24% dan karbohidrat 60%. Proteinnya kaya asam amino metionin. Biji kacang bogor hanya mengandung 6-12% minyak, sekitar separuh dari kandungan minyak kacang tanah.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Nasi goreng
J co
red mango
Solaria
Label:
j co,
nasi goreng,
red mango,
solaria
Kacang mete
Jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan. Yang lebih terkenal dari jambu mede adalah kacang mede, kacang mete atau kacang mente; bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan pelbagai macam penganan. Secara botani, tumbuhan ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan mangga (suku Anacardiaceae).
Dikenal juga dengan pelbagai nama seperti jambu mèdè (Sd.); jambu mété atau jambu ménté (Jw.); jhambu monyèt (Md.); jambu dwipa, jambu jipang, nyambu monyèt (Bl.); nyambuk nyĕbèt (Sas.); jambu érang, jambu monyé (Mink.); jambu dipa (Banj.); buwah monyet (Timor); buwah yaki (Manado); buwa yakis, wo yakis (Sulut); buwa yaki (Ternate, Tidore); buwa jakis (Galela); jambu daré, jambu masong (Mak.); jampu sèrĕng, jampu tapĕsi (Bug.); dan lain-lain.[1]
Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (tree), yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acajú. Sementara nama marganya (Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik.
Tanaman ini dikembangkan terutama untuk dipungut buah sejatinya. Yang dikenal umum sebagai "buah", yakni bagian lunak yang membengkak berwarna kuning atau merah, sesungguhnya adalah dasar bunga (receptaculum) yang mengembang setelah terjadinya pembuahan. Buah sesungguhnya adalah bagian "monyet"nya yang keras, coklat kehitaman berisi biji yang dapat diolah menjadi makanan; yakni kacang mete yang lezat[4]. Secara tradisional kacang ini biasanya digoreng sebagai nyamikan teman minum teh atau kopi; sedangkan secara modern kini umum dijumpai sebagai pengisi dan penghias penganan semacam coklat dan kue-kuean.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
cake
pizza
Dikenal juga dengan pelbagai nama seperti jambu mèdè (Sd.); jambu mété atau jambu ménté (Jw.); jhambu monyèt (Md.); jambu dwipa, jambu jipang, nyambu monyèt (Bl.); nyambuk nyĕbèt (Sas.); jambu érang, jambu monyé (Mink.); jambu dipa (Banj.); buwah monyet (Timor); buwah yaki (Manado); buwa yakis, wo yakis (Sulut); buwa yaki (Ternate, Tidore); buwa jakis (Galela); jambu daré, jambu masong (Mak.); jampu sèrĕng, jampu tapĕsi (Bug.); dan lain-lain.[1]
Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (tree), yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acajú. Sementara nama marganya (Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik.
Tanaman ini dikembangkan terutama untuk dipungut buah sejatinya. Yang dikenal umum sebagai "buah", yakni bagian lunak yang membengkak berwarna kuning atau merah, sesungguhnya adalah dasar bunga (receptaculum) yang mengembang setelah terjadinya pembuahan. Buah sesungguhnya adalah bagian "monyet"nya yang keras, coklat kehitaman berisi biji yang dapat diolah menjadi makanan; yakni kacang mete yang lezat[4]. Secara tradisional kacang ini biasanya digoreng sebagai nyamikan teman minum teh atau kopi; sedangkan secara modern kini umum dijumpai sebagai pengisi dan penghias penganan semacam coklat dan kue-kuean.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
cake
pizza
Kacang Ginkgo mempertajam Ingatan
Jakarta - Kacang yang berkulit keras dan oval cantik bentuknya ini sudah digemari sejak ratusan tahun silam. Sampai kini kacang yang kenyal gurih ini sering dicampur dalam sup, pudin atau hidangan lain. Bukan hanya enak, ternyata kacang ini juga sarat manfaat!
Di beberapa pasar swalayan besar, kacang yang satu ini banyak dijual segar. Kulitnya keras berwarna putih dengan bentuk oval berujung runcing. Jika dikupas, akan ada kulit ari berwarna cokelat tipis yang menutupi biji yang berwarna hijau muda.
Teksturnya kenyal, rasanya sedikit pahit dan gurih. Di negara Cina, Jepang dan Korea, kacang ginkgo sering dicampurkan dalam salad, sup, puding dan bubur. Dikenal dengan sebutan yin xing dan termasuk keluarga Ginkgophyta.
Sejak ratusan tahun silam, kacang ini termasuk sebagai tumbuhan yang hanya ada di daerah Zhejiang di Cina Timur dan Tian Mu Shan. Namun, saat ini kacang ini sudah banyak ditanam di beberapa negara di kawasan Asia.
Pohon yang tingginya bisa mencapai 20 meter lebih ini memiliki bentuk daun yang unik. Tipis seperti kipas dengan gerigi di kelilingnya. Pola daun yang cantik inilah yang ditemukan di beberapa fosil peninggalan jaman kuno.
Kacang ginkgo mengandung khasiat seperti antioksidan yang tinggi dan berkhasiat menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan ekstrak daun ginkgo, ginkgo biloba mengandung nootropic yang sangat baik untuk kinerja syaraf. Dipercaya bisa mempertajam daya ingat dan memperbaiki kinerja syaraf.
Karena itu kacang ginkgo yang cantik ini sering disebuat 'kacang pintar' karena dipercaya bisa membantu pulihnya daya ingat dan meningkatkan kecerdasan. Hmm... apapun khasiatnya, kacang ini enak disantap dengan bubur atau dibuat kue. Bisa dibeli segar atau yang sudah dikemas dalam kaleng.
Jika dalam keadaan segar, goreng hingga kulitnya membuka dan menebarkan aroma enak! Kacangpun bisa dikupas dan disantap hangat.
( dev / Odi )
Sumber: Detikfood
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe
Di beberapa pasar swalayan besar, kacang yang satu ini banyak dijual segar. Kulitnya keras berwarna putih dengan bentuk oval berujung runcing. Jika dikupas, akan ada kulit ari berwarna cokelat tipis yang menutupi biji yang berwarna hijau muda.
Teksturnya kenyal, rasanya sedikit pahit dan gurih. Di negara Cina, Jepang dan Korea, kacang ginkgo sering dicampurkan dalam salad, sup, puding dan bubur. Dikenal dengan sebutan yin xing dan termasuk keluarga Ginkgophyta.
Sejak ratusan tahun silam, kacang ini termasuk sebagai tumbuhan yang hanya ada di daerah Zhejiang di Cina Timur dan Tian Mu Shan. Namun, saat ini kacang ini sudah banyak ditanam di beberapa negara di kawasan Asia.
Pohon yang tingginya bisa mencapai 20 meter lebih ini memiliki bentuk daun yang unik. Tipis seperti kipas dengan gerigi di kelilingnya. Pola daun yang cantik inilah yang ditemukan di beberapa fosil peninggalan jaman kuno.
Kacang ginkgo mengandung khasiat seperti antioksidan yang tinggi dan berkhasiat menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan ekstrak daun ginkgo, ginkgo biloba mengandung nootropic yang sangat baik untuk kinerja syaraf. Dipercaya bisa mempertajam daya ingat dan memperbaiki kinerja syaraf.
Karena itu kacang ginkgo yang cantik ini sering disebuat 'kacang pintar' karena dipercaya bisa membantu pulihnya daya ingat dan meningkatkan kecerdasan. Hmm... apapun khasiatnya, kacang ini enak disantap dengan bubur atau dibuat kue. Bisa dibeli segar atau yang sudah dikemas dalam kaleng.
Jika dalam keadaan segar, goreng hingga kulitnya membuka dan menebarkan aroma enak! Kacangpun bisa dikupas dan disantap hangat.
( dev / Odi )
Sumber: Detikfood
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe
Minggu, 03 Oktober 2010
Tauco
Tauco adalah bumbu makanan yang terbuat dari biji kedelai (Glycine max) yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian didibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).Fermentasi tauco dengan direndam dengan air garam,kemudian dijemur pada terik matahari selama beberapa minggu sampai keluar aroma yang khas tauco/atau rendaman berubah menjadi warna coklat kemerahan. Pada pertengahan prosesnya, rendamannya sering mengeluarkan bau yang menyengat seperti ikan busuk/bau terasi. Dari beberapa produsen tauco tradisional mengatakan bahwa hasil rendaman,air rendamannya itulah diolah menjadi kecap sedangkan biji kedelainya menjadi tauco. Terdapat berbagai cara mengolah tauco yang masing masing memiliki keistimewaan tersendiri. Contoh tauco yang beredar di daerah Riau berbeda dengan tauco dengan di daerah Jawa dan Kalimantan. Tiap daerah memiliki keunikan cita rasa tersendiri. Dari pengalaman, tauco dapat disimpan lama sampai bertahun tahun,dan tidak akan rusak atau basi selaama penyimpanannya tidak terkena air mentah ataupun terkontaminasi dengan bahan organik lainnya. Sayang, tidak ada penelitian yang lebih terperinci mengenai tauco. Oleh para para buruh kasar (khususnya masyrakat Tionghoa)dibeberapa daerah ,tauco digunakan sebagai lauk setiap makan terutama saat makan bubur bening.Penggunaannya yang umum adalah sebagai bumbu atau penyedap dalam membuat lauk pauk, misalnya ayam bumbu tauco,nasi goreng tauco, ikan tumis tauco.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
minuman
japanese food
chinese food
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
minuman
japanese food
chinese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan,
minuman
Biryani
Biryani (Nastaliq: بریانی ; bahasa Hindi: बिरयानी) atau biriani (beriani) adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari beras basmati) yang dimasak bersama rempah-rempah, sayuran, atau daging. Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani). Nama hidangan ini berasal dari bahasa Parsi, beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang. Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.
Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan bahan-bahan lain, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang. Biryani berbeda dengan pullao (pilaf) dalam cara memasak. Sewaktu membuat pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.
Pelancong dan pedagang Parsi memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Sri Lanka.
Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani, termasuk di antaranya: minyak samin, kacang-kacangan, jintan, cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih. Nasi biryani yang asli memakai safron.
Nasi biryani nonvegetarian menggunakan daging sapi, daging ayam, daging kambing, daging domba, atau udang. Hidangan sampingan bisa berupa dahi chutney, korma, kari, sayur terung, atau telur rebus.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe
Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan bahan-bahan lain, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang. Biryani berbeda dengan pullao (pilaf) dalam cara memasak. Sewaktu membuat pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.
Pelancong dan pedagang Parsi memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Sri Lanka.
Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani, termasuk di antaranya: minyak samin, kacang-kacangan, jintan, cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih. Nasi biryani yang asli memakai safron.
Nasi biryani nonvegetarian menggunakan daging sapi, daging ayam, daging kambing, daging domba, atau udang. Hidangan sampingan bisa berupa dahi chutney, korma, kari, sayur terung, atau telur rebus.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe
Langganan:
Postingan (Atom)