Tampilkan postingan dengan label studio musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label studio musik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2010

Recording Studio dan trik


Panduan berikut berasal dari tahun pengalaman bekerja dengan seniman di Studio Recording .Ini tidak berarti aturan beton tetapi tujuan kami dalam menyajikan panduan ini adalah untuk membuat Anda terbiasa dengan proses tersebut sehingga Anda dapat berkonsentrasi pada performa dan kreativitas di studio. Kami yakin daftar akan menggali beberapa pertanyaan yang belum terjawab, jadi jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mendiskusikan situasi rekaman khusus Anda.
Selalu merencanakan untuk melakukan lagu lebih sedikit daripada banyak lagu cepat di studio rekaman. Tidak ada yang lebih buruk daripada banyak memiliki lagu-lagu pada cd yang Anda malu untuk bermain dengan orang-orang, dan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mendengarkan satu lagu yang Anda benar-benar senang dengan, ingat, jika ada rumus ajaib, semua orang akan menggunakan
itu. Kualitas membutuhkan waktu.

Fokus pada bass ketat dan drum. Sangat penting bahwa kedua pemain memiliki "dikunci" kinerja. Selama sesi rekaman studio musik awal, melihat semua trek lain sebagai dukungan bagi, energik ketat dan lulus bass drum. Jika instrumen lain memainkan rekaman penjaga "" bagian, menganggap berkat. Memiliki drummer dan pemain bass latihan ekstra sebelum studio. Rencanakan untuk overdub bagian lain sehingga kita dapat berfokus secara ketat pada kinerja mereka, jika mungkin.


Menganalisis struktur lagu rekaman studio musik Anda. Mencari rempah-rempah dan elemen lain yang akan membuat lagu yang lebih menarik. Ini dapat mencakup perkusi, bagian latar belakang harmoni, efek suara, gitar / kunci mengisi, dll Jangan lupa untuk meminta insinyur untuk input.

Home studio atau Studio Recording rumah harus dipesan adalah waktu ditagih, Anda ditagihkan untuk semua waktu dipesan, bahkan jika Anda selesai lebih awal. Kita mulai pada waktu memesan dan biasanya berhenti untuk makan siang jam satu dan mengambil 15 menit istirahat setiap 2 jam untuk menjaga telinga kita segar. Pembatalan kebijakan yang berlaku di seluruh sesi. Penjadwalan ulang sesi adalah kebijakan rekaman mutlak.


sumber : http://bikin.web.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Minggu, 03 Januari 2010

Tips Merawat Alat Band (Drum)



Ada beberapa tips perawatan alat band berupa drum.

Untuk all around, semua baut2nya dbuka, head nya dilepas, kalau untuk body drum pake pembersih yg general aja.. Yg penting musti pake cotton cloth biar ngga baret.. Kalau ada kaus singlet, kalau untuk rims/stands, pake pembersih metal biar mengkilap, trus baut2nya di kasih lubricant juga.

Kalau untuk cymbals pake pembersih khusus, pembersihnya itu obat wd 40 dan sedikit kompon putih bisa juga pake lap putih material /kaos dan jika simbal sangat kotor pakailah shampoo anti ketombe sedikit,agar debu meresap untuk sampo anti ketombe usahakan yg semerk dengan yg biasa dipake, ini semata-mata hanya untuk penghematan. Selamat mencoba dan semoga Alat Band anda awet dan tahan lama

musisi.com

Senin, 30 November 2009

Membangun Rental Studio Musik dengan Budget Menengah



Dengan budget ini sebetulnya beberapa peralatan builtup alias bukan peralatan lisensi masih bisa. Mungkin bisa menggunakan Alat Band lisensi yang kualitasnya juga sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan peralatan lokal. Seperti penggunaan alat band seperti ***ar samick, epiphone dan squier by fender yang baru. harganya masih dibawah 2jt-an per-item.

Alat band untuk ampli ***ar untuk head cabinet menggunakan amply ***ar laney extreme mxd 120 head cabinet yang cukup kaya dengan feature simulasi effect pada headnya dilengkapi dengan pemilihan 2 channel atara clean dan drive. rhytem masih bisa menggunakan jenis head cabinet dengan dipilihnya Ampli Hartke head Cabinet PiggyBack, ukurannya lebih pendek sedikit dibandin dengan extreme. Untuk bass gunakan bass Ashdown MAG300 atau Amply Bass Laney RB series.

Alat band untuk drum masih bisa menggunakan jenis Pearl export atau forum, bisa juga menggunakan pearl exr sereis atau premiere cabria. Untuk cymbal pakai saja ZBT, B8Pro dan paiste 3. Untuk Effect ***ar budget maksimal 2jt-an boleh lah, gunakan Line6 POD Floor atau effect second AX1500 bisa menekan harga lagi di bawah 2jt-an apalagi untuk yang second.

1 pasang speaker pasif + Power mixer 8 channel s/d 12 channel, kabel canare dan jack mono juga XLR. Budget segini ini yang seharusnya jadi pilihan. (kalau ada duidnya… kalo engga ? ya jgn maksain…)

3. Studio rental dengan budget tinggi alias emang modalnya gede dan orangnya bener-beneran dan aseli beneran serius ingin memulai usaha di bidang ini.

Alat band Gitar Lead menggunakan Ibanez RG Series, Rhytem bisa menggunakan Gibson atau fender, merk dan type tidak menjadi patokan, banyak ***ar-gitar dengan merk lain yang jauh lebih murah. Drum menggunakan Premiere Cabria atau Pearl EXR series (mungkin terlalu mewah untuk menggunakan Drum ayotte yang seharga 1 unit motor honda mega pro) Ada ide untuk menggabungkan antara ampli Rolland Jazz Chorus dengan Ampli Marshall Head Cabient JCM 900 pada posisi rhytem dan lead ? dan Ampli Bass menggunakan Amply Laney VX Series 5500 dan Cabinetnya VX810 dan pilihan lainnya menggunakan Amply Gallien Krueger 1001 RBII dengan Cabinet RBX 410-nya. Keyboard bisa menggunakan X5D atau X50 sesuai dengan selera, dengan harga yang masih terjangkau.

Sepasang Alat band speaker monitor aktif harga 6,2jt sepasang dan Mixer menggunakan Mackie CFX 16MKII yang sudah dilengkapi dengan equalizer dan echo vocalnya, jadi “mungkin” jika eq-nya kurang begitu “tajem” bisa ditambah dengan EQ janis 231. microphone lesscable 2 buah dan 1 set microphone wireless seharga dibawah 1,5jt bisa lebih memanjakan vocalis untuk lebih leluasa bergaya ketika latihan.

Dan akhirnya biasanya untuk Alat band budget sebesar ini mereka (yg membangun) ada maksud lain dengan mempersiapkan studio-nya ke fasilitas recording baik live ataupun “track”.

sampai di sini dahulu nanti dilanjutkan dengan postingan Membangun Rental Studio Musik dengan pembahasan pembuatan lapisan kedap suara dan instalasi kabel-kabel sound dan instrument.

gnamusic.wordpress.com

Rabu, 18 November 2009

Analisa Bisnis Rental Alat Band



Rental Band adalah tempat dimana anak – anak band berlatih band. Di jaman yang modern ini sangatlah diminati oleh anak – anak muda dan setiap kehadirannya selalu di padati oleh anak – anak band yang mau menyewanya.

Modal awal yang harus dikeluarkan oleh orang yang mau membuar rental band adalah seperangkat Alat Band musik ( ***ar , bass , melodi , drum dan keybord ) seharga Rp. 10.000.000 , mixer musik Rp. 10.000.000, AC Rp.2.000.000 semua harga yang saya sebutkan tergantung merk , semakin merk alat band yang terkenal , semakin mahal pula harganya , tetapi biasanya rental alat band yang kecil kebanyakan memakai alat – alat band musik yang merknya tidak terkenal dan ada juga yang menggunakan alat – alat band musik yang bekas dan bangunan biasanya bangunan yang dipakai adalah bangunan rumahnya sendiri yang dirubah menjadi rental band.

Rental band buka dari jam 10 pagi dan tutup jam 10 malam . Setiap jam penyewa diharuskan bayar Rp. 15.000 biasanya tempat ini kosong ( tidak ada yang memakai sekitar ) 1 / 2 jam perhari. Jadi setiap hari tempat ini dipakai sekitar 10 / 11 jam perharinya . Rp. 15.000 X 10 = Rp. 150.000 – biaya listrik Rp.15.000 =135.000 – penyusutan alat per 3 bulan sekali, apabila kita estimasikan kerusakan alat bandnya setiap hari itu 10.000 maka penghasilan bersihnya adalah Rp. 125.000 Usaha ini menguntungkan dalam jangka panjang , tinggal sebagus apa alat band yang kita miliki (di rental ) , akan tetapi usaha ini harus bermodalkan besar sekitar Rp. 50.000.000 untu membeli alat – alat band musik dan penyewaan bangunan apabila kita tidak punya rumah sendiri.

Apabila punya rumah sendiri lebih baik kita rubah rumah kita menjadi rental band , karena akan mengurangi pengeluaraan dan menambah penghasilan.

manajerial.blogspot.com

Senin, 26 Oktober 2009

Bisnis Asyik Bisnis Studio Musik



Banyaknya pemusik muda yang giat berlatih menjadi berkah tersendiri bagi penyewaan studio musik dan Sewa Sound System. Aspa Studio menangkap peluang ini.

Banyak jalan menuju Roma. Tepat disebutkan bila saat ini semakin banyak jalan menuju sukses. Bisnis hiburan saat ini telah sedemikian maju dan industri musik termasuk salah satunya. Kalau dahulu cita-cita menggantungkan hidup sebagai seniman kerap menjadi bahan tertawaan, kini sebaliknya menjadi artis banyak didamba sebagai jalan pintas keberhasilan khususnya dalam hal materi. Siapa sih orangnya tidak kepengin uang dan ketenaran sekaligus? Faktanya pada jaman dahulu barangkali masih gampang menghafal nama-nama penyanyi atau grup band terkenal di tanah air ini. Namun sekarang hal itu jauh lebih sulit, mengingat nama-nama baru karena tiap tahun pasti muncul silih-berganti.

Menurut Andre Atriwianto, pemilik Aspa Studio, perkembangan musik Indonesia saat ini, khususnya dilihat dari banyaknya komunitas band musik anak-anak muda, sangat cerah. “Pada jaman saya dulu selalu berkiblat ke luar negeri, hanya mau menyanyikan lagu-lagu dari band-band luar,” ujarnya.

Ia mengamati, ABG yang berlatih di studionya tidak merasa remeh membawakan lagu-lagu Indonesia yang juga diciptakan oleh band yang personilnya muda-muda. Maka secara tidak langsung itu sebagai isyarat komunitas musik telah menjamur hingga pelosok dan merupakan angin segar bagi bisnis rental studio musik dan sewa sond system sebagai ajang latihan.

Komunitas grup musik pemakai jasa rental malah dari segala usia. “Mulai anak SD sampai yang tua-tua,” tukas Andre. “Memang cita-cita dari kecil mempunyai studio musik dan sewa sond system. Sekadar hobi karena dulu juga suka nge-band. Lalu saya pikir, selama musik masih ada bisnis studio dan sewa sond system tidak pernah mati sebab selama masih ada anak-anak yang nge-band pasti mereka butuh fasilitas,” imbuhnya mengisahkan.

Investasi untuk membuat sebuah studio musik dan sewa sond system boleh dikatakan lumayan besar. Studio profesional di lokasi eksklusif jelas sangat mahal. Dana yang dihabiskan mencapai miliaran rupiah. Andre pilih membidik studio kelas menengah, meskipun tetap memperhatikan kualitas namun tidak terlalu menyedot banyak uang.

Biaya pertama kali yang harus dikeluarkan biasanya untuk renovasi tempat. Ia merogoh kocek sekitar Rp 17 juta untuk membuat tiga ruangan kedap suara, masing-masing dipakai untuk tempat latihan maupun rekaman. Untuk menekan biaya, lulusan arsitek UKI itu, merancang sendiri peredamnya setelah bertanya ke sejumlah orang yang berpengalaman. Belanja lainnya berupa alat-alat musik menghabiskan sekitar Rp 30 juta ditambah peralatan recording kurang lebih Rp 10 juta. “Penggelontoran modal tidak begitu terasa karena saya pelan-pelan mengumpulkan alat satu demi satu,” begitu kiatnya.

Soal alat pun menurutnya tidak harus kelas satu. Yang penting penataan ruangan akustik serta sound system bagus maka hasilnya pasti sudah nyaman buat latihan. Ruangan besar tetapi jika penataan sound system kurang pas mengakibatkan bunyi yang dikeluarkan akan saling berkejar-kejaran.

majalahpengusaha.com