Tampilkan postingan dengan label ikan air tawar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan air tawar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

Efek Hewan Peliharaan Di Rumah Bagi Si Kecil

Memelihara binatang bisa menjadi pembelajaran bagi anak untuk mengungkapkan kasih sayang. Namun, pastikan hewan peliharaan tersebut tidak terjangkit penyakit.

Kini, binatang unik seperti binatang melata, berbisa, pengerat, hingga binatang liar menjadi favorit anak-anak untuk menjadi hewan peliharaan. Hal tersebut memang sah-sah saja, tapi sebaiknya jangan abaikan kondisi kesehatan mereka yang takutnya malah menularkan penyakit ke anak Anda. Sebuah penelitian di Washington menunjukkan adanya indikasi binatang- binatang peliharaan seperti kadal, hamster, landak dan aneka binatang unik lainnya memiliki risiko kesehatan yang buruk terhadap anak-anak dan orangtua.

Hasil penelitian tersebut menyatakan, sebaiknya teliti dulu kondisi kesehatannya. Beberapa kura-kura diduga dapat menularkan sejumlah penyakit seperti rabies dan salmonella. Hewan lain yang patut diwaspadai adalah iguana dan monyet yang dapat menyebabkan infeksi atau alergi akibat gigitan dan cakarannya.

Umumnya, tubuh anak-anak memang mudah tertular penyakit. Sebab, jaringan imun yang masih belum sempurna. Sebaiknya, anak di bawah usia lima tahun tidak memelihara binatang yang terbilang unik seperti iguana atau monyet. Disarankan pula, untuk tidak melakukan kontak langsung terhadap hewan yang berada di kebun binatang ataupun tempat umum lainnya.Penelitian tersebut juga mengambil contoh sejumlah keluarga di Amerika yang memiliki seekor atau lebih binatang peliharaan.

Kepala penelitian Larry Pickering mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diperoleh, terdapat 11 persen dari kasus salmonella yang terjadi pada anak-anak ditularkan oleh kadal, kura-kura, dan hewan reptil lainnya. Selain itu, hamster dapat pula menularkan kuman yang menyebabkan diare, demam, dan kram perut.

Dokter asal Chicago ini menyatakan, hewan peliharaan yang unik berpotensi menyebabkan kematian. Rata-rata serangan atau gigitan binatang tersebut jauh lebih berbahaya daripada anjing atau kucing. Cakaran maupun goresan yang ditimbulkan mampu membuat risiko negatif lima kali lebih besar pada tubuh anak-anak

So Waspadalah dalam memilih Hewan Peliharaan

Sumber : keslamsel.wordpress.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Makanan Ikan Dan Cara Berternak Lele

Saat ini stock lele sangat jauh dari mencukupi, permintaan pasar akan ikan lele sangat banyak sedang produksi lele masih kurang. Sudah banyak yang berkolam ikan lele tetapi banyak diantara mereka yang berguguran, sehingga ikan lele di pasar masih terus kekurangan.

Mengapa banyak pengolam ikan lele berguguran ? Tentu banyak faktor penyebab banyaknya pengolam yang berguguran. Diantaranya adalah : kurangnya pengetahuan akan teknik berkolam lele, tidak bisa membuat pakan alternatif sederhana untuk ikan lele, terlalu tergantung dari pakan ikan pabrik yang harganya tinggi, tidak bisa memanfaatkan potensi alam sekitar yang sangat banyak untuk meningkatkan produksi ikan lele dengan meminimkan ketergantungan pakan pabrik dan digantikan dengan makanan ikan (pakan) yang ada disekitarnya yang sangat banyak tersedia.

Untuk membuat pakan ikan lele dari limbah ternak dan teknik pemberiannya adalah dengan memanfaatkan bakteri tertentu yang biasa disebut sebagai bakteri probiotik. Bakteri Probiotik ini digunakan untuk mengolah kotoran ternak sehingga terjadi proses fermentasi dimana dalam proses ini akan mengakibatkan panas yang akan membunuh bakteri lain yang tidak berguna sehingga limbah ternak tersebut aman untuk dikonsumsi ikan lele.

Teknik pemberiannya adalah dengan memberikan atau memasukkan limbah hasil fermentasi ke dalam kolam setelah ikan berumur 20 hari serta diberikan sebagai tambahan sewaktu memberi makan ikan, maksudnya sewaktu memberi makanan ikan degan pelet (pakan pabrik) kemudian diikuti dengan pakan limbah ternak hasil fermentasi. Dengan cara ini ikan lele akan tumbuh lebih cepat, sehat dan daging ikan lele lebih padat sehingga rasa ikan lele seperti ikan lele sungai. Disamping itu Anda akan terbebas dari bisik-bisik tetangga karena kolam Anda terbebas dari bau yang menyengat.

Selain itu Anda bisa menghemat penggunaan air. Mengapa ? Anda bisa mengunakan kolam ini tanpa harus membersihkan atau menguras kolam yang bearti Anda tidak perlu membuang air kolam sewaktu memanen tetapi Anda bisa mengunakan untuk ikan berikutnya karena kolam Anda sehat dan sudah terbentuk ekosistem dimana didalamnya sudah banyak hidup berbagai jenis planton atau hewan kecil yang sangat berguna untuk makanan ikan.

Sumber : webinfobisnis.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia