Senin, 22 November 2010

sup buntut bogor cafe

BUNTUT sapi tidak nikmat diolah menjadi sup saja. Buntut sapi ternyata bisa dimasak menjadi aneka olahan yang sedap, seperti yang disajikan oleh Bogor Café.

Bagi para pencinta sup buntut, tentu nama Bogor Café Hotel Borobudur Jakarta tidaklah asing lagi. Maklum saja, kelezatan menu sup buntut di sini sudah sangat tersohor. Hadirnya menu sup buntut di hotel ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dan unik.

Assistant Public Relations Officer Hotel Borobudur Evi Rumondang mengatakan bahwa sejarah kepopuleran sup buntut di Hotel Borobudur berawal pada 1073. Saat itu seorang staf Restoran Hotel Borobudur melihat seorang menteri negara yang sangat terkenal pada masa itu, sedang menikmati makan siangnya di sebuah warung di sekitar Lapangan Banteng. Kemudian, staf tersebut bertanya kepada si pemilik warung apa menu yang menjadi langganan menteri tersebut. Si pemilik warung pun menjelaskan bahwa sang menteri adalah pelanggan tetapnya yang sangat menyukai sup buntut.

Karena penasaran, staf hotel Borobudur mencoba sup buntut itu. Di luar dugaan, ternyata sup buntut itu sangat enak. Akhirnya, staf tersebut mengajak pemilik warung untuk menjual sup buntut tersebut di Hotel Borobudur. Tentu saja sup buntut tersebut disempurnakan lagi rasanya. Sang menteri kemudian mendapatkan informasi bahwa sup buntut warung langganannya sudah pindah ke Hotel Borobudur. Sejak saat itu, beliau beserta stafnya datang ke Hotel Borobudur untuk menikmati sup kegemarannya itu. Nah, dari situlah sup buntut di Hotel Borobudur mulai tenar.

“Saking banyak peminatnya, Hotel Borobudur memborong semua buntut sapi yang ada di Jakarta, bahkan harus mengimpor dari luar negeri,” tutur Evi.

Saat itu setiap bulannya, hotel dapat menghabiskan sekitar 2.000 kg buntut. Sementara sekarang dibutuhkan 7.000 kg setiap bulannya, dan bisa meningkat pada hari libur atau hari raya. Sup buntut juga tidak hanya dijual di Bogor Cafe, tetapi juga di Singosari Poolside Restaurant, toko kue Borobudur Gourmet, dan saat ini hadir di lantai 5 Mal Pacific Place Jakarta sejak Juni 2010 bernama Sop Buntut Bogor Café.

Untuk melengkapi variasinya, kini Bogor Café juga membuat olahan lain berbahan buntut sapi. “Aneka hidangan yang disajikan di sini tidak hanya hidangan buntut, tetapi banyak hidangan pelengkap lainnya,” tutur Evi.

Selain sup buntut dengan kuahnya yang lezat, menu buntut yang bisa dicoba pun beragam, seperti buntut rica bakar, buntut penyet, atau menu lain seperti bogor mixed grill dan grilled beef rib in hoisin BBQ sauce.

Jika ditanya apa menu buntut terfavorit, ternyata semua aneka menu buntut dijagokan dengan rasa yang khas dari tiap menu yang berbeda. Seperti buntut bakar yang didominasi dengan rasa manis, sedangkan untuk pencinta rasa pedas sangat tepat sekali jika Anda memilih menu berlabel buntut penyet. Buntut penyet menyajikan buntut yang sudah dimasak dengan sambal pedas yang terbuat dari cabai merah.

“Menu yang ini favorit saya, rasa pedasnya bikin nagih,” tutur Ade Lidya, salah seorang pengunjung yang kerap bersantap siang di restoran ini.

Soal rasa jangan ditanya, rasa menu buntut yang ada di sini sama lezatnya dengan rasa buntut yang ada di hotel, karena semua menu buntut dimasak di Hotel Borobudur Jakarta, sehingga tentu saja rasa dan kualitas akan sama dengan yang ada di hotel.

“Agar rasa buntut tetap enak, cara pengolahannya pun sangat diperhatikan, seperti mendiamkan semalaman buntut yang telah dibumbui agar lebih meresap rasanya,” jelas Evi.

Di sini, semua menu pilihan buntut disajikan dengan kuah sup. Adapun porsi penyajian menu terbagi menjadi tiga macam porsi, yaitu porsi dengan harga mulai Rp58.000++ untuk porsi kecil, Rp78.000++ untuk porsi sedang, dan Rp98.000++ untuk porsi besar.

Selain menu berbahan dasar buntut, menu yang lain pun patut dicoba, misalnya seafood soup yang rasa kuahnya menyerupai tom yam. Menu seafood soup berisi aneka seafood, mulai kerang, cumi, udang, sampai ikan kakap dan salmon.

Untuk hidangan penutup, sup buntut Bogor Café menghidangkan Warm Chocolate Pudding. Dengan lelehan cokelat di dalam kue berbentuk mangkuk, menu penutup ini sangat disarankan untuk dicoba. Restoran yang berkapasitas 100 pengunjung ini buka pukul 11.00–22.00 WIB.
Sumber: Okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar